Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jaksa Mengajar, Pelajar Diedukasi Bahaya Narkoba

Yoni Syafrizal • Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:00 WIB

BERSEMENGAT: Siswa kelas XII SMAN 3 Painan tampak serius menyimak paparan hukum yang disampaikan oleh salah seorang jaksa dalam kegiatan “Jaksa Mengajar” yang digelar Kejari Pessel, Rabu (13/8).
BERSEMENGAT: Siswa kelas XII SMAN 3 Painan tampak serius menyimak paparan hukum yang disampaikan oleh salah seorang jaksa dalam kegiatan “Jaksa Mengajar” yang digelar Kejari Pessel, Rabu (13/8).

PADEK.JAWAPSO.COM-Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan (Kejari Pessel) kembali menyambangi dunia pendidikan dengan menggelar program “Jaksa Mengajar” di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Painan, Rabu (13/8).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Kejaksaan dalam menanggulangi kenakalan remaja dan bahaya narkoba di kalangan pelajar.

Tim Jaksa Mengajar yang dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Dede Mauladi, menyampaikan materi seputar hukum dan peraturan perundang-undangan kepada 108 siswa kelas XII.

Selain Dede, turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah jaksa dari berbagai bidang di lingkungan Kejari Pessel, di antaranya, Rido Pradana, Kasubsi I Intelijen, Yunita Kurnia Sari, Kasubsi Penuntutan Pidsus dan Rizal Al Ikhsan, Kasi Pidum.

Dalam penyuluhan yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu, para jaksa mengangkat tema utama mengenai bahaya narkoba, bentuk-bentuk kenakalan remaja, serta dampak hukum dan sosial yang dapat ditimbulkan.

Kasi Intel Kejari Pessel, Dede Mauladi, ketika diwawancarai Padang Ekspres di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa “Jaksa Masuk Sekolah” merupakan program rutin bulanan yang akan terus digelar hingga akhir semester.

Ia menegaskan bahwa edukasi hukum sejak dini merupakan langkah strategis untuk mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

“Kami ingin membuka mata anak-anak muda tentang realita hukum di sekitar mereka. Banyak kasus kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba bermula dari ketidaktahuan mereka terhadap hukum,” ujar Dede usai kegiatan.

Ditambahkannya, program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui lembaga penegak hukum, yang tidak hanya hadir saat penindakan, tetapi juga dalam bentuk edukasi dan pencegahan.

Dede Mauladi juga menyinggung pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar.

“Kami butuh peran guru, orang tua, dan lingkungan sekitar untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari ancaman penyimpangan hukum,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Yuni Daru Winarsih, S.H., M.Hum. Sementara itu, Kepala SMAN 3 Painan, Rini Amelia, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Jaksa Mengajar ke sekolah tersebut.

Ia menilai program ini sangat relevan dengan kondisi sosial remaja saat ini, yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan.

“Kegiatan ini membuka wawasan siswa kami bahwa hukum itu dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Mereka jadi tahu, misalnya, bahwa membawa senjata tajam tanpa izin, atau ikut balap liar, itu bisa kena pidana,” ujar Rini.

Rini juga menyebutkan bahwa kunjungan jaksa ke sekolahnya ini merupakan yang kedua di tahun 2025, setelah sebelumnya juga sempat dikunjungi langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar.

“Saya berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau seluruh pelajar di daerah ini,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim jaksa juga didampingi oleh tiga wakil kepala sekolah SMAN 3 Painan, yaitu, Mega Susilawati, Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum, Yuldarnis Maani, Waka Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) dan Adrigustina, Waka Bidang Kesiswaan. (yon)

Editor : Novitri Selvia
#Dede Mauladi #Kejari Pessel #narkoba #Jaksa Mengajar