Menurut keterangan warga, Dodi berangkat menuju sawah sekitar pukul 07.00 WIB. Biasanya ia kembali menjelang pukul 18.00 WIB. Namun hingga malam tiba, Dodi tak kunjung pulang, menimbulkan kekhawatiran keluarga.
Keluarga bersama warga sekitar langsung berinisiatif melakukan penyisiran di area persawahan dan sekitar sungai. Pencarian secara mandiri ini tidak membuahkan hasil.
Dugaan korban terseret arus semakin kuat karena kondisi sungai saat itu dilaporkan sangat deras akibat hujan lebat sejak pukul 13.00 WIB. Debit air meningkat signifikan sehingga memperbesar risiko hanyut.
Laporan resmi mengenai hilangnya Dodi diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Pesisir Selatan pada pukul 23.50 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan dari Basarnas dan BPBD Pesisir Selatan segera melakukan koordinasi intensif.
Senin (29/9/2025), persiapan teknis untuk operasi pencarian dan penyelamatan pun dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat.
BPBD Pesisir Selatan juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir berpotensi meningkatkan debit dan arus sungai di berbagai wilayah Pesisir Selatan.
Kondisi ini dinilai berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan korban hanyut.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat hujan deras mengguyur. Kewaspadaan ekstra dibutuhkan agar insiden serupa tidak terulang.
Upaya pencarian terhadap korban Dodi dijadwalkan akan dilanjutkan pada Senin dengan dukungan penuh tim SAR gabungan. Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan.(*)
Editor : Hendra Efison