Bupati Pessel, Hendrajoni menyampaikan bahwa HKN bukan sekadar seremonial tahunan, tapi ajang refleksi untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang layak.
“Kesehatan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Tanpa masyarakat yang sehat, mustahil kita bisa bersaing dan berkembang,” ujarnya.
Pada peringatan tersebut, Hendrajoni membacakan pidato resmi Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang mengusung tema nasional “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”. Tema ini sejalan dengan visi pembangunan Pesisir Selatan yang menempatkan generasi muda sebagai aset strategis masa depan.
Hendrajoni menegaskan bahwa generasi sehat bukan hanya mereka yang bebas dari penyakit, tapi juga generasi yang kuat secara fisik, cerdas, gesit, berakhlak baik, dan tangguh secara mental.
Menurut Hendrajoni, pemerintah pusat dan daerah memiliki lima fokus utama pembangunan kesehatan yang harus dijalankan secara konsisten.
Fokus pertama adalah penguatan pondasi kesehatan sejak dini melalui edukasi gizi, program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ASI eksklusif, imunisasi dasar lengkap, serta percepatan penurunan stunting.
Fokus kedua adalah transformasi layanan kesehatan primer. Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama harus menjadi garda terdepan yang proaktif dan mudah dijangkau masyarakat.
“Puskesmas harus bertransformasi, bukan hanya menunggu pasien datang, tetapi hadir lebih dekat melalui pelayanan promotif dan preventif,” ujarnya.
Fokus ketiga adalah penguatan revolusi mental serta pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini. Hendrajoni menyebutkan bahwa PHBS menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah jatuh sakit.
“Makan bergizi, rutin bergerak, tidak merokok, serta menjaga lingkungan bersih harus menjadi budaya, bukan sekadar imbauan,” tegasnya.
Fokus keempat menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mempercepat terwujudnya generasi sehat. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa hanya ditanggung pemerintah.
“Dunia usaha, organisasi masyarakat, akademisi, dan media harus ikut terlibat. Kesehatan adalah kerja bersama,” katanya.
Fokus kelima adalah penguatan ketahanan sistem kesehatan. Tenaga kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, dan pembiayaan kesehatan harus selalu siap menghadapi situasi darurat.
“Pandemi telah mengajarkan kita pentingnya sistem kesehatan yang tangguh agar daerah tidak mudah terguncang,” ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan HKN, Pemkab Pessel memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan berprestasi, termasuk Puskesmas terbaik, tenaga medis teladan, serta petugas yang menghasilkan inovasi layanan di daerah terpencil. Hendrajoni menyampaikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar pelayanan kesehatan terus meningkat.
“Mereka adalah pahlawan kesehatan yang bekerja tanpa mengenal waktu demi keselamatan masyarakat. Penghargaan ini adalah apresiasi kecil dari kami atas kerja besar yang telah dilakukan,” ungkapnya.
Hendrajoni menyampaikan pesan Menteri Kesehatan bahwa pembangunan kesehatan generasi muda merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan sektor kesehatan. “Mari kita terus berkarya dengan hati, melayani dengan kasih sayang, dan mengabdi untuk negeri,” ajaknya.(*)
Editor : Heri Sugiarto