Pemkab Pessel Peringati HGN 2025, Wabup Tekankan Peran Guru dan Sentralisasi Tata Kelola
Yoni Syafrizal• Rabu, 26 November 2025 | 11:42 WIB
Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, saat menyerahkan penghargaan kepada salah seorang guru berprestasi. (Dok Kominfo)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di GOR Ilyas Yakub Painan Selasa (25/11).
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, sebagai pembina upacara, dengan dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala OPD, pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, pimpinan BUMN dan BUMD, pengurus PGRI Pessel, serta ratusan guru dan siswa.
Dalam amanatnya, Risnaldi membacakan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang menekankan bahwa HGN merupakan momentum refleksi nasional untuk menghargai peran strategis guru sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.
Ia menyebut tema HGN 2025," Guru Hebat, Indonesia Kuat", menggambarkan hubungan sebab-akibat antara kualitas guru dan kekuatan bangsa.
Menurut Menteri melalui Wabup, guru hebat adalah pendidik yang mampu mengajar dengan hati, beradaptasi dengan teknologi, menanamkan nilai Pancasila, serta menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan inspiratif. Guru juga diharapkan terus berinovasi dan menjaga kearifan lokal.
Pemerintah pusat, lanjut Risnaldi, saat ini tengah memfinalisasi kebijakan Sentralisasi Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan. Kebijakan tersebut dirancang untuk menyelesaikan persoalan klasik, termasuk ketimpangan distribusi guru, ketidakjelasan status honorer, serta keterlambatan penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil).
Melalui sentralisasi, pengelolaan ASN Guru akan diambil alih pemerintah pusat agar kesejahteraan lebih merata, distribusi tenaga pendidik lebih adil hingga wilayah 3T, serta tunjangan dapat dibayarkan tepat waktu.
Dalam amanat itu juga disampaikan sejumlah program prioritas Kemendikdasmen tahun 2025, seperti pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, penguatan SMK berbasis industri 4.0, distribusi 1,5 juta buku bacaan bermutu ke sekolah berliterasi rendah, serta percepatan digitalisasi pembelajaran melalui Smart board dan platform interaktif.
Usai membacakan amanat Menteri, Wabup Risnaldi, menyampaikan pesan pemerintah daerah. Ia menegaskan komitmen Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan ASN.
Pemerintah daerah, katanya, telah mencari solusi bagi guru honorer yang sudah lulus PPG namun belum menerima TPG, dan kini tengah menuntaskan prosesnya bersama pemerintah pusat.
Ia juga memastikan TPP ASN dalam APBD 2026 tidak mengalami pemotongan, demi menjaga stabilitas dan motivasi kinerja aparatur.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan sejumlah imbauan moral kepada guru dan ASN, antara lain mengajak hidup sederhana, menjauhi gaya hidup hedonis, menjaga kehormatan profesi, dan memperhatikan keluarga.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada praktik jual beli jabatan di Kabupaten Pesisir Selatan dan meminta masyarakat melaporkan jika menemukan indikasi tersebut. ASN juga diingatkan untuk menjaga netralitas politik serta menjauhi judi online dan narkoba.
"Jabatan adalah amanah, bukan komoditas. Jika diberi amanah, laksanakan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak mampu, lebih baik mengembalikannya," tegas Risnaldi. (yon)