Kegiatan ini bertujuan memperluas jaringan pemasaran, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan daya saing produk gambir di pasar global.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Camat Sutera Dailipal, Wali Nagari Koto Taratak Yendrizal, perangkat daerah terkait dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, serta buyer dari India, Pakistan, dan Thailand yang tertarik dengan komoditas gambir daerah itu.
Wali Nagari Koto Taratak, Yendrizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempertemukan pelaku IKM dengan mitra bisnis internasional yang berpotensi membuka peluang ekspor lebih luas.
“Temu Bisnis ini bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi dan inovasi. Kesepakatan dagang yang dibahas melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Kecamatan Sutera, Nagari Koto Taratak, serta Koperasi Sentra IKM Gambir Koto Taratak. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Camat Sutera Dailipal menjelaskan bahwa pemerintah terus mendukung peningkatan kapasitas pelaku IKM melalui program pelatihan dan pemberdayaan. Ia memaparkan bahwa sejak 2023, Pemkab Pesisir Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Transmigrasi telah menjalankan sejumlah program penguatan kelembagaan IKM, termasuk pelatihan pengelolaan bisnis dan manajemen wirausaha.
“Tahun 2023, pemerintah juga mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan tiga Sentra IKM, yaitu Sentra IKM Perikanan Carocok Tarusan, Sentra IKM Minyak Atsiri Lunang, dan Sentra IKM Pengolahan Gambir Koto Taratak,” tambahnya.
Pemerintah berharap kegiatan ini dapat semakin mengenalkan komoditas gambir Pesisir Selatan di pasar internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor IKM berbasis potensi lokal. (*)
Editor : Heri Sugiarto