PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus mempercepat penanganan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di daerah itu.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Bayang Utara.
Hal itu disampaikan Bupati Pessel, Hendrajoni saat kegiatan ground breaking pembangunan huntara yang digelar di Nagari Puluik Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Sabtu (13/12).
Baca Juga: Sampah Menumpuk di Kawasan GOR Haji Agus Salim Padang, Pedagang dan Pengunjung Soroti Fasilitas
Dalam kesempatan itu, Hendrajoni, memaparkan kondisi terkini penanganan pascabencana secara daring kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Sekretaris Utama BNPB RI, serta Pangdam XII/Imam Bonjol.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan.
Bupati Hendrajoni didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pesisir Selatan serta Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB RI, Afrial Rosya. Acara juga dihadiri langsung oleh masyarakat yang terdampak banjir.
Dalam paparannya, Hendrajoni, menjelaskan bahwa Pemkab Pessel telah menyiapkan lahan seluas 2.500 meter persegi untuk pembangunan 22 unit huntara yang diperuntukkan bagi warga terdampak banjir, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.
"Pemerintah daerah berkomitmen memastikan masyarakat terdampak mendapatkan hunian yang layak. Untuk itu, kami telah menyiapkan lahan dan siap mendukung penuh proses pembangunan hunian sementara ini," ujar Hendrajoni.
Ia menambahkan, pembangunan huntara akan dilaksanakan melalui sinergi antara BNPB RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mempercepat proses pembangunan sekaligus menjamin kualitas dan kelayakan bangunan.
Tidak hanya hunian sementara, Pemkab Pessel juga telah menyiapkan lahan seluas sekitar 3 hektare untuk pembangunan hunian tetap (huntap).
Lahan tersebut direncanakan sebagai lokasi relokasi bagi sekitar 75 kepala keluarga yang terdampak langsung bencana dan membutuhkan tempat tinggal permanen.
"Hunian tetap ini menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang harus direlokasi demi keselamatan dan keberlanjutan hidup mereka," jelas Hendrajoni.
Sementara itu, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB RI, Afrial Rosya, menegaskan bahwa pembangunan huntara akan segera dimulai dengan melibatkan TNI.
"Pembangunan hunian sementara ini akan kami laksanakan bersama TNI agar berjalan cepat, tepat, dan sesuai standar kelayakan bagi masyarakat terdampak," katanya.
Saat ini, sambil menunggu pembangunan huntara rampung, warga terdampak banjir, khususnya yang kehilangan rumah, masih menempati posko pengungsian UPTD Bayang Utara.
Sementara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mematangkan langkah pemulihan jangka pendek dan jangka panjang pascabencana. (yon)