Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tradisi Balimau Paga di Pesisir Selatan Perkuat Nilai Adat dan Spiritual Sambut Ramadan

Yoni Syafrizal • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:13 WIB

 

 

Bupati Pessel Hendrajoni didampingi Ketua LKAAM Pessel, Syafrizal Datuak Nan Butuah saat melakukan tradisi balimau paga, Senin (16/2).
Bupati Pessel Hendrajoni didampingi Ketua LKAAM Pessel, Syafrizal Datuak Nan Butuah saat melakukan tradisi balimau paga, Senin (16/2).
PADEK.JAWAPOS.COM-Tradisi balimau paga yang digelar di Mesjid Akbar Baiturrahman Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjadi momentum penting bagi masyarakat Nagari Painan dalam menyambut bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Bupati Pessel Hendrajoni menyampaikan balimau paga merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Pessel, termasuk juga di Nagari Painan.  Tradisi tersebut tidak sekadar membersihkan makam, tetapi menjadi simbol pembersihan diri lahir dan batin menjelang Ramadan.

Menurut Hendrajoni, masyarakat melalui balimau paga menghormati leluhur dengan doa dan gotong royong membersihkan area makam. Masyarakat juga mempererat silaturahmi serta menanamkan nilai adat kepada generasi muda.

Ia menjelaskan, tradisi tersebut memiliki tiga makna utama. Pertama, masyarakat menunjukkan penghormatan kepada leluhur. Kedua, masyarakat memperkuat persatuan dan kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Ketiga, masyarakat mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh ketaqwaan.

”Membersihkan pagar melambangkan upaya membersihkan hati dari dosa dan kesalahan,” ujar Hendrajoni.

Ia menambahkan, Pemkab Pessel akan akan terus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah. Sebab ia meyakini kemajuan daerah dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai adat dan agama. Dari itu, ia berharap masyarakat Nagari Painan dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual yang lebih baik.

”Saya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan tradisi balimau paga ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Pesisir Selatan, Syafrizal Ucok, Datuak Nan Butuah, menilai balimau paga sebagai bentuk nyata sinergi antara adat dan agama dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. 

Ia menegaskan, adat tidak bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan menjadi sarana memperkuat nilai spiritual menjelang bulan suci. Menurut Syafrizal, kegiatan tersebut mengajarkan generasi muda untuk mengenal sejarah dan menghargai perjuangan leluhur. 

Ia menyebut, pelestarian tradisi harus dilakukan secara konsisten agar nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tetap terjaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengajak ninik mamak dan tokoh masyarakat untuk terus membimbing anak kemenakan agar aktif dalam kegiatan adat.

”Perlu diketahui, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan tradisi di tengah arus modernisasi,” katanya. (*) 

 

Editor : Eri Mardinal
#balimau paga #Ramadan 1447 H #pesisir selatan