Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari konsep acara, lokasi kegiatan, hingga penggunaan pakaian adat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Pessel, Syahrizal Antoni mengatakan peringatan hari jadi daerah perlu dipersiapkan secara matang agar kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
”Peringatan HJK ke-78 Pessel ini harus dipersiapkan secara matang agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya daerah,” ujar Syahrizal Antoni.
Momentum hari jadi daerah juga menjadi sarana penting untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menampilkan kekayaan budaya Minangkabau yang menjadi jati diri Pesisir Selatan.
Dalam rapat tersebut, bundo kanduang mengusulkan agar perempuan mengenakan baju kurung basiba yang dipadukan dengan kain songket Pandai Sikek atau Silungkang serta menggunakan tingkuluak sebagai penutup kepala dengan pilihan warna merah, kuning, atau hitam yang melambangkan filosofi budaya Minangkabau. Sementara itu, bagi laki-laki disepakati mengenakan pakaian adat taluak balango. ”Lokasi pelaksanaan peringatan HJK ke-78 disepakati dipusatkan di GOR Zaini Zain,” tuturnya.
Dekorasi lokasi kegiatan juga direncanakan menampilkan unsur budaya Minangkabau, di antaranya pemasangan tirai adat dengan tiga warna khas serta panggung utama yang dihias dengan ornamen lamin sebagai simbol budaya daerah.
Peringatan HJK ke-78 direncanakan diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan hiburan masyarakat yang melibatkan partisipasi dari seluruh kecamatan. Beberapa kegiatan yang diusulkan antara lain festival pawai budaya, penampilan tari tradisional seperti Tari Maelo Pukek, serta kegiatan makan bajamba yang menjadi simbol kebersamaan dalam tradisi Minangkabau.
Selain itu, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga juga merencanakan lomba biola dan pertunjukan sanggar seni yang akan digelar di kawasan wisata Carocok Painan. Untuk mendukung kemeriahan kegiatan, pemerintah daerah juga akan menyediakan area kuliner di sekitar lokasi acara sehingga pelaku usaha kecil dan masyarakat dapat ikut berpartisipasi serta memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika akan mendukung publikasi kegiatan melalui penayangan testimoni dari sepuluh tokoh Pesisir Selatan mengenai perkembangan daerah.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan menggelar koordinasi lanjutan bersama Bupati dan Ketua TP PKK Pesisir Selatan untuk memfinalkan kebijakan terkait penggunaan pakaian adat dan teknis pelaksanaan kegiatan.
Melalui persiapan yang matang, pemerintah daerah berharap peringatan HJK ke-78 dapat berlangsung meriah, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah serta mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. (*)
Editor : Eri Mardinal