Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ruang Kelas Darurat SDN 05 Batanganai Diresmikan

Eri Mardinal • Sabtu, 18 April 2026 | 10:48 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama siswa saat  peresmian ruang kelas darurat di SDN 05 Batanganai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (17/4). (RANDI/PADEK)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama siswa saat peresmian ruang kelas darurat di SDN 05 Batanganai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (17/4). (RANDI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan penggunaan ruang kelas darurat di SDN 05 Batanganai, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Jumat (17/4).

Langkah ini sebagai solusi cepat untuk menjamin keberlangsungan Proses Belajar Mengajar (PBM) pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Abdul Mu’ti menyatakan  pemerintah terus berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, terutama pascabencana.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemendikdasmen telah menyelesaikan rangkaian pembangunan infrastruktur sekolah di wilayah Sumbar
Program ini mencakup peresmian program revitalisasi satuan pendidikan yang telah selesai 100%, peresmian Unit Sekolah Baru (USB), serta penyediaan Ruang Kelas Darurat (RKD) bagi murid di wilayah terdampak bencana guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Khusus untuk tahun 2026, kementerian telah membangun tujuh ruang kelas darurat dengan total anggaran mencapai Rp 1,3 miliar,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia mengungkapkan, ruang kelas ini bersifat sementara karena sekolah yang bersangkutan masih dalam proses pembangunan di lokasi yang baru. SDN 05 Batanganai sendiri mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga relokasi menjadi keharusan.

Ia pun menjamin fasilitas sementara yang tersedia saat ini sudah sangat representatif dan layak untuk digunakan.

Selain meresmikan ruang kelas di Padangpariaman, Mendikdasmen memaparkan progres besar rekonstruksi pendidikan di Sumbar.

Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 167,53 miliar untuk 301 satuan pendidikan melalui skema swakelola. Hingga saat ini, pencairan termin pertama telah mencapai 70 persen.

Data kementerian menunjukkan sebaran bantuan tersebut mencakup 82 PAUD, 161 SD, 25 SMP, 25 SMA, 4 SMK, dan 4 Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Dengan sistem swakelola, masing-masing sekolah memiliki kemandirian dalam proses pembangunan kembali fasilitas mereka,” paparnya.

Tak hanya jalur swakelola, pemerintah juga menjalin sinergi dengan TNI untuk menangani 21 satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat atau memerlukan relokasi. 

 

Proyek kolaborasi ini menelan biaya Rp 38,69 miliar yang diperuntukkan bagi 2 PAUD, 8 SD, 10 SMP, dan 1 SMA.

Meski masih menggunakan fasilitas darurat, Abdul Mu’ti memastikan kualitas pembelajaran tidak menurun. Di SDN 05 Batanganai, siswa mulai diperkenalkan dengan perangkat teknologi canggih seperti Interactive Flat Panel (IFP).

Bahkan, sekolah tersebut dijadwalkan menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer pada Senin mendatang.

“Secara keseluruhan, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan belajar mengajar di Sumbar. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, TNI, mitra, serta masyarakat yang bahu-membahu dalam proses rekonstruksi ini,” kata Mu’ti.

Ia berharap pembangunan gedung permanen dapat segera tuntas agar para siswa tidak terlalu lama berada di ruang darurat. (eri)

Editor : Adriyanto Syafril
#pendidikan