PADEK.JAWAPOS.COM - Pemkab Padangpariaman mempercepat proses pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana pada akhir 2025.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pada 14 April 2026.
Salah satu area yang menjadi fokus utama rehabilitasi berada di kawasan persawahan Korong Tanahtaban, Nagari Pasialaweh, Kecamatan Lubukalung.
Kegiatan pemulihan mulai dilaksanakan pada Kamis (16/4) dengan metode gabungan antara penggunaan alat berat dan kerja manual yang melibatkan kelompok tani setempat.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padangpariaman Irawati Febriani menjelaskan percepatan dilakukan segera setelah kunjungan Menteri Pertanian.
“Kami mengarahkan kelompok tani untuk menambah dukungan alat berat di lokasi terdampak. Saat ini sudah beroperasi dua unit ekskavator dan satu unit dozer, dan akan ditambah lagi untuk mempercepat pekerjaan,” ujarnya, Jumat (17/4).
Ia menambahkan metode penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan lahan. Untuk area dengan endapan material ringan, proses pemulihan dilakukan secara manual bersama kelompok tani.
“Selain mempercepat pemulihan, keterlibatan masyarakat juga memberi manfaat ekonomi langsung. Para petani mendapatkan upah harian sekitar Rp 120.000,” jelasnya.
Sementara itu, petani setempat Zainal mengatakan pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan sistem kerja harian agar pemulihan dapat segera selesai.
“Kami bekerja bersama-sama supaya seluruh lahan bisa cepat tertangani. Targetnya sekitar satu bulan pengerjaan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan sebagian lahan, terutama area ladang, masih belum bisa ditanami akibat dampak bencana sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, total lahan yang sedang ditangani di Korong Tanahtaban mencapai 20,33 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 8 hektare dikerjakan dengan skema 100 Hari Orang Kerja (HOK), sedangkan sisanya ditangani menggunakan alat berat yang terdiri dari satu dozer, satu ekskavator besar, dan tiga ekskavator mini.
Meski target dari Kementerian Pertanian ditetapkan satu bulan, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman optimistis proses rehabilitasi dapat selesai lebih cepat.
“Kami yakin dengan penambahan alat berat dan optimalisasi tenaga kerja, pekerjaan ini bisa tuntas dalam waktu dua minggu,” tegas Irawati.
Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, pemulihan lahan pertanian ini diharapkan segera selesai sehingga aktivitas pertanian warga kembali normal dan produktivitas daerah dapat pulih seperti sebelumnya. (apg)
Editor : Adriyanto Syafril