PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus berpacu mengejar target cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga April 2026, realisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut baru mencapai 40 persen di wilayah ini. Terbatasnya jumlah dapur produksi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kendala utama distribusi.
Bupati Limapuluh Kota Safni mengungkapkan untuk melayani 13 kecamatan dan 79 nagari secara menyeluruh, dibutuhkan setidaknya 35 unit dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Saat ini, baru tersedia 17 unit dapur yang beroperasi di lapangan.
“Target kita adalah seluruh wilayah, terutama daerah pinggiran dan perbatasan, dapat segera menikmati program ini. Namun, kita masih kekurangan 18 dapur lagi dari total kebutuhan 35 unit,” ujar Safni usai mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Komplek Perguruan Hj.Yuliana, Sarilamak, beberapa waktu lalu.
Guna menutup celah kekurangan tersebut, bupati mengajak pelaku usaha lokal dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyediaan SPPG. Menurutnya, program MBG bukan sekadar pemenuhan nutrisi siswa, melainkan juga peluang investasi yang menjanjikan bagi ekonomi kerakyatan.
“Kami mendorong masyarakat untuk berinvestasi pada program ini. Selain membantu pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul, ini adalah peluang usaha yang berdampak sosial tinggi,” imbuhnya.
Di sisi lain, manfaat program ini mulai dirasakan nyata oleh satuan pendidikan. SMPN 3 Kabupaten Limapuluh Kota, yang telah menjadi penerima manfaat selama setahun terakhir, melaporkan dampak positif terhadap kesejahteraan siswa dan orang tua.
Wakil Kesiswaan SMPN 3 Nur Hidayati menyebutkan MBG sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. “Biasanya orang tua harus menyiapkan bekal atau uang jajan lebih. Sekarang beban itu berkurang karena sekolah sudah menyediakan makan siang bergizi selama enam hari kerja,” jelasnya didampingi guru Dona dan M. Ridho, Kamis (23/4).
Pihak sekolah berharap program ini terus berlanjut secara konsisten demi mendukung terwujudnya visi Generasi Emas 2045 melalui perbaikan gizi sejak dini. (rid)
Editor : Adriyanto Syafril