PADEK.JAWAPOS.COM - Cakupan imunisasi anak di Kota Solok tercatat mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, yang mendorong percepatan upaya imunisasi melalui kampanye Gebyar Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal dan digelar di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Solok pada Minggu (26/4).
Dalam sambutannya, H. Suryadi Nurdal menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati setiap minggu terakhir April.
Ia menyebut, tema global tahun ini, “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia”, menegaskan pentingnya vaksinasi sebagai perlindungan kesehatan bagi seluruh kelompok umur, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI juga menggulirkan program PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi) sebagai rangkaian puncak PID April 2026. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi rutin guna mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), seperti campak, rubela, dan polio, sekaligus meluruskan informasi keliru atau hoaks terkait vaksin.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi cakupan imunisasi yang menurun. “Kita perlu jujur mengakui realitas kesehatan anak kita saat ini. Data mencatat penurunan signifikan angka cakupan imunisasi di Kota Solok,” ujarnya.
Pemerintah Kota Solok berharap kampanye ini mampu mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melengkapi imunisasi, sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan terlindungi dari berbagai penyakit menular.
Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kota Solok, Dr. Desmon, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Ardinal, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Solok. (cc7)
Editor : Adriyanto Syafril