PADEK.JAWAPOS.COM - Kehadiran ribuan jamaah dalam refleksi Milad ‘Aisyiyah ke-109 di Kota Payakumbuh, Ahad (24/5), tidak hanya menjadi momentum penguatan syiar dakwah dan pemberdayaan perempuan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pariwisata lokal.
Acara yang dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Sumatera Barat tersebut menghadirkan suasana religius sekaligus membawa dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha kuliner hingga penjual oleh-oleh khas Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Muhammadiyah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai Milad ‘Aisyiyah menjadi ruang strategis dalam memperkuat persaudaraan serta sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kota.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Muhammadiyah atas terselenggaranya kegiatan ini. Peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, seluruh elemen masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah, dalam mendukung pembangunan di Kota Payakumbuh,” kata Wawako Elzadaswarman.
Ia juga menegaskan peran ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang selama ini konsisten berkontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut turut melahirkan perempuan berkemajuan di berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan berkemajuan adalah kondisi perempuan yang maju dalam segala bidang tanpa hambatan dan diskriminasi, baik secara struktural maupun kultural,” ujarnya.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, Elzadaswarman mengajak seluruh elemen untuk tetap memperkuat kebersamaan dalam mencari solusi bersama.
“Saat ini kondisi kita sedang tidak baik-baik saja, banyak dampak yang kita rasakan, tapi bagaimana kita bisa menyikapinya bersama,” katanya.
Selain aspek sosial dan keagamaan, Pemko Payakumbuh juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Kehadiran ribuan jamaah dinilai memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM di sektor kuliner dan penjualan suvenir.
“Selamat datang di Kota Payakumbuh. Kehadiran bapak ibu kami harapkan bisa memberikan rangsangan untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Kota Payakumbuh. Nikmatilah kuliner dan belanja oleh-oleh khas Payakumbuh,” ujar Elzadaswarman.
Tak hanya itu, Pemko Payakumbuh juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan potensi wisata daerah. Salah satu destinasi yang tengah berkembang adalah kawasan wisata Batang Agam.
“Saat ini pembangunan Kota Payakumbuh tengah menggeliat di berbagai sektor, salah satunya sektor wisata di kawasan Batang Agam. Jangan lupa singgah ke sana dan berwisata di Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (rid)
Editor : Adriyanto Syafril