Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bupati Welly: Pancasila Benteng Persatuan Bangsa

Willian. • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:25 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Pasaman, Lubuksikaping, Senin (1/6). Dalam amanatnya, Bupati menegaskan Pancasila merupakan benteng persatuan bangsa sekaligus fondasi perdamaian dunia. (WILIAN/PADEK)
Bupati Pasaman Welly Suhery memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Pasaman, Lubuksikaping, Senin (1/6). Dalam amanatnya, Bupati menegaskan Pancasila merupakan benteng persatuan bangsa sekaligus fondasi perdamaian dunia. (WILIAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian global yang terus berkembang, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Penegasan itu disampaikan Bupati Pasaman Welly Suhery saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (1/6).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Welly Suhery membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan nasional.

“Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Bupati Welly.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai perekat bangsa Indonesia yang beragam, tetapi juga menawarkan nilai-nilai universal yang relevan bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkeadilan.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh sebagai negara yang berhasil mempersatukan lebih dari 17 ribu pulau serta ratusan suku dan etnis dalam satu ikatan kebangsaan.

“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Dari sila pertama hingga sila kelima, kita belajar bahwa kebhinekaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” tegasnya.

Bupati yang akrab disapa Da Pode itu juga menyoroti peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Ia menilai nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi roh Pancasila sangat relevan dalam menjembatani berbagai perbedaan serta meredam konflik di berbagai belahan dunia.

Kontribusi Indonesia melalui keterlibatan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah, menurutnya, merupakan bukti nyata pengamalan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Lebih jauh, Welly mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik maupun kemajuan teknologi, melainkan juga dari kualitas moral, karakter, dan tingkat persatuan masyarakat. “Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kemajuan yang dibangun harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan,” katanya.

 

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Pasaman untuk terus menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, dunia pendidikan, birokrasi, dunia usaha, maupun ruang digital yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, pelajar, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pasaman.

Turut hadir Wakil Bupati Pasaman H. Parulian, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, para Staf Ahli Bupati, Asisten Daerah, Wakil Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, para Kepala Perangkat Daerah, para Camat, serta peserta upacara dari berbagai unsur masyarakat. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pancasila #pemkab pasaman #hari lahir pancasila #bpip