Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dorong Pemulihan Pendidikan Anak Pascabencana

Safrizal Putra • Jumat, 5 Juni 2026 | 08:15 WIB
Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar Lise Eka Putra bersama Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar saat penyerahan secara simbolis paket perlengkapan sekolah kepada siswa terdampak galodo di SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/6). (DOK PMI)
Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar Lise Eka Putra bersama Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar saat penyerahan secara simbolis paket perlengkapan sekolah kepada siswa terdampak galodo di SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/6). (DOK PMI)

PADEK.JAWAPOS.COM - Upaya pemulihan sektor pendidikan pascabanjir bandang (galodo) di Kabupaten Tanahdatar terus dilakukan. Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan sedikitnya 500 paket perlengkapan sekolah (School Kit) kepada siswa terdampak bencana di tiga kecamatan, Kamis (4/6). Bantuan yang didistribusikan di Gedung SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, tersebut merupakan dukungan dari mitra kemanusiaan internasional, Hong Kong Red Cross (Palang Merah Hong Kong), melalui PMI.

Program ini difokuskan untuk membantu pemulihan pendidikan sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak yang terdampak galodo di Kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dihadiri Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar Lise Eka Putra, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, serta jajaran pengurus PMI tingkat provinsi dan kabupaten. Setiap paket School Kit berisi tas punggung, buku tulis, bolpoin, pensil, alat mewarnai, penghapus, kotak bekal, serta botol minum (tumbler) berkualitas tinggi.

Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar, Lise Eka Putra, mengatakan kehadiran PMI di sekolah-sekolah terdampak merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan pendidikan anak-anak pascabencana. “Hari ini kami hadir mengunjungi sekolah-sekolah untuk menyerahkan bantuan dari PMI Hong Kong melalui PMI Provinsi Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah mulai dari tas hingga alat tulis yang seluruhnya memiliki kualitas baik,” ujar Lise saat memberikan sambutan, dikutip dari media sosial Pemkab Tanahdatar.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali bangkit setelah terdampak bencana. “Kami berharap anak-anak merasa senang dan bergembira menerima bantuan ini. Yang lebih penting lagi, bisa menambah semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita meskipun sempat dilanda bencana,” katanya.

Lise menjelaskan, seluruh kuota bantuan untuk Kabupaten Tanahdatar telah dibagi secara proporsional agar proses pemulihan pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara merata.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan. “Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan pascabencana, PMI terus berupaya hadir melalui berbagai dukungan dari mitra kemanusiaan,” ujar Aristo.

Ia mengungkapkan, bantuan yang disalurkan di Tanahdatar merupakan bagian dari total 5.000 paket School Kit yang dikirimkan Hong Kong Red Cross ke Indonesia.

Dari jumlah tersebut, Sumatera Barat memperoleh alokasi 1.500 paket yang didistribusikan ke tiga daerah terdampak bencana, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Untuk menjamin akuntabilitas penyaluran bantuan, PMI menerapkan mekanisme distribusi berjenjang mulai dari PMI Pusat, PMI Provinsi, hingga PMI Kabupaten.

Seluruh penerima manfaat ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran. Sebelum program bantuan dijalankan, perwakilan Hong Kong Red Cross juga melakukan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi bencana di Sumatera Barat guna melihat kondisi korban dan memetakan kebutuhan paling mendesak pada masa pemulihan. (cc8)

Editor : Adriyanto Syafril
#pendidikan #palang merah indonesia (pmi)