Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Pessel Tekankan Pentingnya Generasi Qurani di Era Digital

Yoni Syafrizal • Jumat, 5 Juni 2026 | 08:18 WIB
Penyerahan ijazah santri pada Wisuda Tahfiz dan Akhirussanah Angkatan IV Ponpes Hijrah Medinah di Lengayang, Kamis (4/6). (YONI SYAFRIZAL/PADEK)
Penyerahan ijazah santri pada Wisuda Tahfiz dan Akhirussanah Angkatan IV Ponpes Hijrah Medinah di Lengayang, Kamis (4/6). (YONI SYAFRIZAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menegaskan pentingnya membangun generasi Qurani yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, saat menghadiri Wisuda Tahfiz dan Akhirussanah Angkatan IV Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Hijrah Medinah di ruang UDKP Kantor Camat Lengayang, Kamis (4/6).

Sebanyak 130 santri dari total 280 siswa mengikuti wisuda yang mengusung tema “Tumbuh Bersama Al-Qur’an, Bersemi dalam Kebaikan”.

Dalam sambutannya, Syahrizal Antoni menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para hafidz dan hafidzah yang telah menyelesaikan target hafalannya. Menurutnya, wisuda Tahfiz harus menjadi titik awal lahirnya generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap ini menjadi awal lahirnya generasi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, wisuda Tahfiz tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan momentum penting dalam membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Menurutnya, para santri memiliki peluang besar untuk mengukir prestasi, termasuk pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten hingga provinsi. Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak, terutama Kementerian Agama dan para guru, untuk terus melakukan pembinaan di tengah tantangan era digital.

Syahrizal menyebutkan, program unggulan daerah seperti Nagari Mangaji dan Nagari Pandai memiliki keterkaitan erat dengan keberadaan pesantren. Wisuda Tahfiz dinilai menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat religius sekaligus meningkatkan budaya membaca dan memahami Al-Qur’an.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai pengaruh negatif yang berkembang melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan penguatan pendidikan agama dan pengawasan dari lingkungan keluarga maupun sekolah.
Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan bagi peserta didik, termasuk dalam penggunaan media sosial.

“Guru harus memberi contoh yang baik, termasuk dalam bermedia sosial. Hindari konten yang tidak mendidik dan arahkan siswa agar bijak dalam menyaring informasi,” tegasnya.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid SMP Dinas Pendidikan Pessel Dedi Eka Putra, Kasi Pontren Kemenag Pessel Sudirman, Camat Lengayang Novri, Wali Nagari Lakitan Utara Afrizal, anggota DPRD Pessel Dapil III Muhamad Dardak, Pembina Yayasan Medina Hakim, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Hijrah Medinah, Irwan Gusrianto, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terhadap perkembangan pesantren yang dipimpinnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 130 santri yang diwisuda memiliki capaian hafalan mulai dari juz 1 hingga juz 6. Menurutnya, hafalan Al-Qur’an harus dibarengi dengan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu melahirkan pribadi yang berakhlak Qurani.

Irwan mengungkapkan, pesantren yang berdiri sejak 2016 itu terus berkembang dengan menaungi jenjang pendidikan TKIT, SDIT, SMPIT hingga MA Terpadu. Saat ini, jumlah peserta didik mencapai 356 orang dengan dukungan sekitar 50 tenaga kependidikan.

“Santri tidak hanya dibekali hafalan Al-Qur’an, tetapi juga didorong berprestasi di bidang akademik,” katanya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar terus menjaga dan mengawasi hafalan anak-anak mereka di rumah karena peran keluarga sangat menentukan keberlanjutan hafalan tersebut.

Menurut Irwan, pelaksanaan wisuda di luar lingkungan pesantren merupakan yang pertama kali dilakukan. Hal itu karena sedang berlangsung pembangunan dua ruang belajar baru yang didukung melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD Pessel, Muhamad Dardak.

Ia menambahkan, kegiatan Akhirussanah menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan tingkat SD dan SMP di lingkungan pesantren. Para wisudawan juga memperoleh predikat berdasarkan capaian masing-masing, yakni Mumtaz (istimewa), Jayyid Jiddan (sangat memuaskan), Jayyid (memuaskan), dan Maqbul (cukup).

Irwan berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal ilmu agama dan akhlak yang kuat.

 

Di sisi lain, Kasi Pontren Kementerian Agama Pesisir Selatan, Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada para santri yang diwisuda maupun siswa yang mengikuti Akhirussanah.

Ia menegaskan, Kementerian Agama mendukung penuh pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Pesisir Selatan. Saat ini terdapat 13 pondok pesantren di daerah tersebut dengan berbagai pola pendidikan, mulai dari pendidikan umum, madrasah hingga salafiyah.

Menurutnya, Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan pesantren melalui penerapan standar pendidikan dan kerja sama lintas sektor.

Sudirman juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak di tengah maraknya pengaruh negatif seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

“Menjauh dari nilai-nilai Al-Qur’an menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku menyimpang. Karena itu, para santri diharapkan tetap menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#pendidikan #Pemkab Pessel