PADEK.JAWAPOS.COM -- Upaya pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Padangpariaman memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman menjalin kerja sama melalui Disaster Recovery Program dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Paloma Sjahrir Foundation untuk mendukung pembangunan kembali SD Negeri 05 Batanganai.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Jakarta, Rabu (10/6), sebagai tindak lanjut dari peninjauan lapangan yang sebelumnya dilakukan untuk melihat kondisi sekolah serta mengidentifikasi kebutuhan rehabilitasi yang diperlukan.
Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis mengatakan pembangunan kembali SDN 05 Batanganai menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya tentang membangun kembali gedung yang rusak, tetapi juga memastikan anak-anak kita dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman dan representatif,” kata John Kenedy Azis.
Menurutnya, pemulihan sarana pendidikan perlu dilakukan secepat mungkin agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. “Karena itu, kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya bersama membangun masa depan generasi Padang Pariaman,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak dapat membantu mempercepat rehabilitasi fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana,” katanya.
John Kenedy Azis menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung pembangunan dan pemulihan infrastruktur daerah. “Kami akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung percepatan pembangunan daerah di tengah keterbatasan kemampuan anggaran,” ujarnya.
Melalui Disaster Recovery Program tersebut, pembangunan kembali SDN 05 Batanganai diharapkan segera terlaksana sehingga siswa dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih baik, aman, dan memenuhi standar pembelajaran yang layak.
“Yang paling penting adalah memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan layak,” kata John Kenedy Azis.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembangunan akan segera dimulai. “Pembangunan akan segera dimulai dan dalam waktu dekat akan dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali sekolah tersebut,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana sekaligus mengembalikan fungsi sekolah sebagai sarana belajar bagi siswa di SDN 05 Batanganai. (apg)
Editor : Adriyanto Syafril