PADEK.JAWAPOS.COM -- Memasuki usia ke-70 tahun, mantan anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Guspardi Gaus, mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh nasional atas konsistensi pengabdian dan kiprahnya di berbagai bidang. Salah satu apresiasi datang dari Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, yang menyebut Guspardi sebagai sosok yang teguh memegang prinsip dan konsisten mengabdi kepada masyarakat.
Penilaian itu disampaikan Irman saat menjadi panelis dalam diskusi bertajuk “Refleksi Pemikiran Politik dan Kenegaraan Guspardi Gaus” yang dimoderatori anggota DPR RI sekaligus Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6). “Beliau lurus dalam prinsip dan konsisten mengabdi,” ujar Irman.
Mantan Ketua DPD RI dua periode itu menilai perjalanan hidup Guspardi menunjukkan bahwa ketokohan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang ditempa pendidikan, pengalaman organisasi, kerja keras, dan komitmen untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut Irman, Guspardi menempuh pendidikan di Thawalib Padang Panjang, PGA, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hingga Universitas Al-Azhar Mesir. Meski sempat diharapkan keluarga menjadi seorang pendakwah, Guspardi dinilai tetap menjalankan misi dakwah melalui berbagai bidang pengabdian.
“Dulu orang tua kami berharap beliau menjadi pendakwah. Sampai hari ini beliau tetap berdakwah. Dakwahnya dari pasar ke pasar dan dari parlemen ke parlemen,” kata Irman.
Sepulang dari Mesir, Guspardi mengabdikan diri sebagai dosen di IAIN Imam Bonjol Padang. Di saat yang sama, ia merintis usaha yang kemudian berkembang menjadi Citra Swalayan.
Memasuki era reformasi, Guspardi terjun ke dunia politik. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Sumatera Barat selama tiga periode sebelum melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024.
Irman menilai Guspardi dikenal sebagai figur yang lugas dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat. Salah satu kontribusi yang dinilainya fenomenal adalah keberhasilan memasukkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sesi bedah buku tersebut, Irman juga menggambarkan karakter Guspardi melalui kisah masa kecil mereka. Saat diminta memijit sang ayah, Irman mengaku berhenti ketika ayahnya tertidur. Namun, Guspardi tetap melanjutkan tugasnya hingga selesai. “Saya bilang ayah sudah tidur. Tapi beliau tetap melanjutkan. Kalau sudah merasa itu tugasnya, beliau akan menyelesaikannya sampai tuntas,” kenang Irman.
Bagi senator kelahiran Padang Panjang itu, usia 70 tahun tidak mengurangi semangat pengabdian Guspardi. Ia menilai semangat tersebut tetap terjaga untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Apresiasi serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Ketua Umum PAN itu menilai Guspardi telah memberikan kontribusi besar dalam mengangkat marwah partai di parlemen. “Tidak banyak politisi seperti beliau yang lugas, konsisten, dan santun,” ujar Zulkifli Hasan.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai Guspardi sebagai sosok pekerja keras yang mampu memberi teladan melalui tindakan nyata. “Pak Guspardi tidak hanya bicara soal mengatasi Covid-19 dengan lisan, tetapi memberikan contoh dengan aksi nyata menjaga kesehatan keluarga,” kata Eddy.
Perayaan 70 tahun usia Guspardi Gaus yang dirangkaikan dengan peluncuran tujuh buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional. Mereka antara lain Menko Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Ketua Komisi II DPR RI Rifqi Nizamy Karsayuda, Wakil Ketua Baleg DPR RI Dolly Kurnia Tanjung, Buya Anwar Abbas, Din Syamsuddin, anggota DPR RI yang juga Sekjen ICMI Andi Juliana Paris, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, Direktur Utama PT Semen Indonesia Indra Founy, serta sejumlah tokoh nasional dan akademisi lainnya. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril