Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jejak Rasyid Bagindo Magek ”Pulang” ke Manggopoh

Putra Susanto • Rabu, 17 Juni 2026 | 08:35 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy melakukan peletakan tanah makam pejuang Rasyid Bagindo Magek di Taman Makam Pahlawan (TMP) Siti Manggopoh, Lubukbasung, Senin (15/6), disaksikan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Forkopimda, serta tokoh masyarakat. (DOK PEMKAB AGAM)
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy melakukan peletakan tanah makam pejuang Rasyid Bagindo Magek di Taman Makam Pahlawan (TMP) Siti Manggopoh, Lubukbasung, Senin (15/6), disaksikan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Forkopimda, serta tokoh masyarakat. (DOK PEMKAB AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Setelah lebih dari satu abad bersemayam di tanah pengasingan, jejak perjuangan Rasyid Bagindo Ma­gek akhirnya “pulang” ke Ra­nah Minang. Dalam peringatan ke-118 Perang Manggopoh, Senin (15/6), segenggam tanah dari makam pejuang anti-kolonial itu di Kota Manado diletakkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Siti Manggopoh, Lubukbasung.

Prosesi yang sarat makna tersebut dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ru­seimy, didampingi Wakil Bupati Agam Muhammad Iq­bal, Ketua DPRD Agam Ilham, serta unsur For­ko­pim­da usai upacara pe­ri­ngatan Perang Ma­ng­gopoh dan Perang Kamang.

Tanah yang dibawa dari Pemakaman Islam Kota Manado itu sebelumnya dijemput tim ya­ng terdiri dari anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt Tum­bijo, pa­ra wali nagari se-Kecamatan Lu­buk­basung, serta peneliti Uni­versitas Negeri Padang (UNP) pada 14 Mei 2026.

Peletakan tanah ma­kam tersebut menjadi simbol kepulangan seorang pejuang yang tak pernah kembali ke kampung halamannya setelah di­buang pemerintah kolonial Belanda akibat keterlibatannya dalam perlawanan rakyat terhadap kebijakan pajak atau belasting tahun 1908.

Rasyid Bagindo Magek di­kenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam Perang Manggo­poh. Ia merupakan suami se­ka­ligus rekan seperjuangan Siti Manggopoh, sosok perempuan yang hingga kini menjadi ikon perlawanan rakyat Agam terhadap penjajahan.

Selain terlibat langsung da­lam pertempuran, Rasyid juga disebut memimpin jaringan perlawanan rahasia yang menyusun strategi menghadapi kolonial. Aktivitasnya membuat pemerintah Belanda me­nangkap dan mengasingkannya ke Manado hingga akhir hayat.

Meski jasadnya tetap berada di tanah rantau, masyarakat Manggopoh kini menghadirkan simbol kepulangannya di kampung halaman.

Wagub Sumbar Vasco Ru­seimy mengatakan, peletakan tanah makam itu merupakan bentuk penghormatan terha­dap jasa para pejuang yang telah mengorbankan hidup de­mi martabat bangsa.

“Rasyid Bagindo Magek memiliki peran besar dalam Perang Manggopoh dan Perang Kamang. Meski wafat di tanah pengasingan, semangat perjuangannya tetap hidup dan menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Sumatera Barat,” katanya.

Menurut Vasco, simbol kepulangan itu diharapkan dapat menguatkan kesadaran sejarah generasi muda agar tidak melupakan tokoh-tokoh yang berjuang di balik layar pe­ristiwa besar bangsa.

“Kita ingin sejarah ini tidak hanya dikenang setiap tahun, tetapi menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi membangun daerah dan bangsa,” ujarnya.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menilai, mo­men­­tum tersebut se­kaligus melengkapi narasi sejarah perjuangan rakyat Ma­nggopoh yang selama ini lebih banyak me­nyoroti sosok Siti Manggopoh.

“Rasyid Bagindo Magek me­miliki peran yang sangat besar da­lam perjuangan melawan kolo­nialisme. Kehadiran tanah ma­kam beliau di TMP Siti Ma­ng­go­poh menjadi pe­ngi­­ngat bahwa kemerdekaan lahir dari pe­ngor­banan ba­nyak tokoh,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen terus menggali dan melestarikan sejarah perjuangan dae­rah sebagai bagian dari pendi­dikan karakter generasi muda.

Rangkaian kegiatan di TMP Siti Manggopoh juga diisi de­ngan tabur bunga oleh Wagub Sumbar, Wakil Bupati Agam, Ketua DPRD Agam dan unsur Forkopimda sebagai penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur.

Di tengah upaya menghi­dupkan kembali jejak para pe­juang itu, masyarakat Ma­ng­go­poh hingga kini juga terus memperjuangkan pengusulan Siti Manggopoh sebagai Pah­lawan Nasional. (ptr)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#peringatan ke-118 Perang Manggopoh #Taman Makam Pahlawan (TMP) Siti Manggopo