PADEK.JAWAPOS.COM -- Keluhan masyarakat terkait kerusakan ruas jalan Balai Salasa, Kecamatan Lubukbasung, akhirnya mendapat kepastian. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan mulai melakukan perbaikan permanen pada Juli 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Agam, Ofrizon, mengatakan kerusakan terjadi akibat gorong-gorong di bawah badan jalan mengalami kerusakan hingga menyebabkan jalan amblas.
Meski ruas tersebut merupakan kewenangan Pemprov Sumbar, Pemkab Agam langsung berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan BMKCTR Sumbar untuk mempercepat penanganan. “Setelah menerima laporan masyarakat, kami segera berkoordinasi. Saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat melalui penanganan sementara,” ujar Ofrizon, Senin (22/6).
Penanganan darurat dilakukan dengan memasang pipa baja bergelombang (Armco) dan menimbun bagian jalan yang amblas. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan arus transportasi tetap lancar.
Menurut Ofrizon, perbaikan permanen telah masuk dalam paket pekerjaan yang ditenderkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. “Insya Allah pekerjaan permanen mulai dilaksanakan Juli nanti,” katanya.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis mengapresiasi gerak cepat Pemprov Sumbar dalam merespons persoalan yang dikeluhkan masyarakat. “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Agam, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar yang cepat melakukan penanganan. Sinergi seperti ini penting agar kebutuhan masyarakat segera terlayani,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat, Lazuardi Erman, juga meninjau langsung ruas jalan yang rusak tersebut. Jalan itu sebelumnya sempat viral di media sosial setelah warga menanam pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk protes atas kondisi kerusakan yang terjadi.
Dalam kunjungan tersebut, Lazuardi langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUTR Agam serta pihak BMKCTR Sumbar untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan. “Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan aktivitas masyarakat. Alhamdulillah, pihak-pihak terkait merespons dengan cepat dan ruas jalan ini segera ditangani,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan instansi teknis menjadi kunci agar persoalan infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat dapat segera diselesaikan. Dengan adanya penanganan darurat saat ini, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman sembari menunggu perbaikan permanen yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juli mendatang. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril