PADEK.JAWAPOS.COM -- Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2026 di Kabupaten Limapuluh Kota tak sekadar menghadirkan pembangunan infrastruktur. Program yang digelar TNI melalui Kodim 0306/50 Kota itu akan membuka akses jalan baru yang menghubungkan Jorong Buluah Kasok dengan Nagari Aia Putiah di jalur nasional Sumbar–Riau. Kehadiran jalan tersebut diproyeksikan memangkas waktu tempuh menuju Riau dari sekitar 1,5 jam menjadi hanya 15–20 menit.
TMMD Tahun 2026 akan dipusatkan di Jorong Buluah Kasok, Nagari Buluah Kasok, Kecamatan Harau, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Komandan Kodim 0306/50 Kota, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, mengatakan pembukaan akses jalan menjadi sasaran utama TMMD tahun ini karena dinilai akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“TMMD Tahun 2026 akan kita laksanakan di Jorong Buluah Kasok. Melalui pembukaan jalan ini, akses menuju Nagari Aia Putiah di jalur Sumbar–Riau akan menjadi lebih dekat,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Adi, selama ini masyarakat harus memutar dengan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam untuk mencapai Nagari Aia Putiah. Setelah jalan baru selesai dibangun, waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar 15 hingga 20 menit.
“Nantinya masyarakat tidak lagi harus memutar jauh. Waktu tempuh menjadi sekitar 15 hingga 20 menit sehingga distribusi hasil pertanian ke Riau akan lebih efektif dan efisien,” katanya.
Akses baru tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga, terutama petani yang selama ini mengangkut hasil panen menuju wilayah Riau. Dengan jarak tempuh yang lebih singkat, biaya distribusi diyakini dapat ditekan sehingga aktivitas perekonomian masyarakat menjadi lebih efisien.
Dalam pelaksanaan TMMD, TNI akan membuka badan jalan sepanjang 2.700 meter. Selain itu, dilakukan pula pengerasan jalan, pemasangan gorong-gorong, serta berbagai pekerjaan fisik pendukung lainnya.
Program TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya penanaman pohon, pipanisasi, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemberian makanan tambahan bagi penderita stunting, pembersihan fasilitas umum, penyuluhan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), hingga layanan pengobatan gratis.
Adi menambahkan, TMMD merupakan wujud kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait untuk mempercepat pembangunan di daerah terpencil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rid)
Editor : Adriyanto Syafril