Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rp 98,86 M untuk Benahi Sekolah

Yoni Syafrizal • Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:30 WIB
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni (empat dari kiri) menyerahkan dokumen usulan program dan anggaran sektor pendidikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Kamis (9/7). (DOK KOMINFO)
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni (empat dari kiri) menyerahkan dokumen usulan program dan anggaran sektor pendidikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Kamis (9/7). (DOK KOMINFO)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mengajukan anggaran sebesar Rp198,86 miliar kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mem­percepat revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Dana tersebut diusulkan untuk rehabilitasi ruang kelas, pembangunan fasilitas sekolah, hingga pengadaan mobiler.

Usulan itu disampaikan la­ngsung Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat memimpin audiensi dengan Kemendikdasmen di Jakarta, Kamis (9/7). Ia didampingi Sekretaris Kabupaten Zainal Arifin, Kepala Dinas Pendidikan Salim Muhai­min, serta jajaran terkait. Audiensi berlangsung bersama Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Eko Susanto, dan difasilitasi Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Su­matera Barat, Khairullah.

Hendrajoni menegaskan pemerintah daerah tidak bisa hanya menunggu bantuan dari pemerintah pusat, tetapi harus aktif memperjuangkan kebutuhan masyarakat. “Kami tidak ingin hanya menunggu. Pemerintah daerah harus aktif menjemput peluang dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kua­litas sumber daya manusia sekaligus masa depan daerah. Karena itu, audiensi dimanfaatkan untuk memperjuangkan percepatan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di Pesisir Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Pesisir Selatan menyampaikan enam usulan prioritas kepada pemerintah pusat. Keenam usulan itu meliputi penambahan kuota program revitalisasi sekolah, program Se­kolah Nasional Integrasi, pelatihan guru di bidang coding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bantuan papan interaktif digital, penguatan tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta du­kungan penggajian guru PP­PK dan PPPK paruh waktu.

Selain mengajukan re­vi­tali­sasi sarana pendidikan senilai Rp 198,86 miliar, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan 38 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baru yang akan dibangun di 38 nagari. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses layanan pendidikan usia dini sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan hingga ke wilayah pelosok.

Sejalan dengan transformasi pendidikan berbasis teknologi, Pemkab Pesisir Selatan juga mengusulkan bantuan 684 papan interaktif digital dengan kebutuhan dua unit untuk setiap sekolah.

Hendrajoni menilai digitalisasi pembelajaran menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Perkembangan teknologi, katanya, menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi melalui peningkatan kompetensi guru, digitalisasi proses belajar mengajar, serta penyediaan sarana pendidikan yang memadai.

“Kami ingin seluruh se­kolah, termasuk di daerah terpencil, memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati fasilitas pendidikan modern,” katanya.

Ia menambahkan, guru juga perlu dibekali kemampuan coding dan kecerdasan buatan agar mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.

Pada kesempatan itu, Pem­kab Pesisir Selatan turut me­nyam­paikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terha­dap sektor pendidikan di daerah tersebut selama 2026. Dukungan itu antara lain berupa program re­vitalisasi untuk 39 sekolah dengan nilai sekitar Rp 27,5 miliar, serta bantuan 684 unit papan interaktif digital yang telah mulai dimanfaatkan di se­kolah-se­kolah.

Hendrajoni berharap seluruh usulan yang disampaikan dalam audiensi dapat direali­sasikan pemerintah pusat. “Se­bab percepatan pembangunan pendidikan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas generasi muda di dae­rah,” tutupnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#revitalisasi sarana #prasarana pendidikan #Pemkab Pessel