PADEK.JAWAPOS.COM -- Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai mengganggu keindahan dan fungsi ruang publik di kawasan Bukit Putus mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melakukan penertiban. Kawasan yang menjadi gerbang masuk Kota Painan dari arah Kota Padang itu dibersihkan demi menjaga wajah kota, ketertiban umum, serta mendukung sektor pariwisata.
Personel Satgas Trantibum Satpol PP Pessel menertibkan PKL sekaligus membersihkan kawasan Bukit Putus pada Senin (13/7). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 09.50 WIB dengan melibatkan personel Satgas Trantibum.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Pessel, Donki Agung Pribumi, mengatakan penertiban tersebut merupakan langkah penting untuk menjaga ketertiban umum, kebersihan, dan kenyamanan fasilitas publik di kawasan strategis tersebut.
“Penertiban ini kami lakukan untuk menjaga ketertiban umum, kebersihan, serta kenyamanan masyarakat, khususnya di kawasan Bukit Putus yang menjadi gerbang masuk Kota Painan,” ujar Donki saat dihubungi, Selasa (14/7).
Menurutnya, operasi penertiban berjalan lancar dan kondusif tanpa kendala berarti di lapangan.
Donki menegaskan, keberadaan PKL yang tidak tertata berpotensi mengganggu fungsi fasilitas publik sekaligus merusak estetika kawasan. Padahal, Bukit Putus merupakan lokasi yang pertama kali dilihat masyarakat maupun wisatawan saat memasuki Kota Painan.
“Kami ingin memastikan kawasan ini tetap rapi dan nyaman, karena menjadi kesan pertama bagi setiap orang yang masuk ke Painan,” katanya.
Ia menjelaskan, Bukit Putus merupakan kawasan strategis yang juga dilengkapi ikon Tugu Babiola. Karena itu, kebersihan, ketertiban, dan penataan kawasan harus dijaga secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Kabupaten Pesisir Selatan.
Selain menjadi gerbang kota, kawasan tersebut juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Pesisir Selatan, kata Donki, memiliki berbagai destinasi wisata unggulan yang terus berkembang sehingga kawasan penyangga seperti Bukit Putus harus mampu memberikan kesan nyaman bagi pengunjung.
“Penataan ini juga untuk mendukung sektor pariwisata agar semakin berkembang dan memberikan kesan positif bagi pengunjung,” jelasnya.
Usai penertiban, lanjut Donki, kondisi kawasan Bukit Putus kini telah bersih dan steril dari aktivitas yang mengganggu ketertiban umum. Kondisi tersebut menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.
Untuk mempertahankan kondisi itu, Satpol PP Pessel akan meningkatkan patroli dan pengawasan secara rutin agar kawasan tersebut tidak kembali digunakan secara semrawut. “Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan agar kawasan ini tetap tertib dan tidak kembali disalahgunakan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang, agar mematuhi aturan yang berlaku dan menempati lokasi yang telah disediakan. Dengan demikian, ketertiban, kebersihan, serta keindahan Kota Painan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan dapat terus terjaga. (yon)
Editor : Adriyanto Syafril