PADEK.JAWAPOS.COM -- Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, memperkuat langkah pemulihan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup pascabencana melalui koordinasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan akademisi, pemerintah daerah, instansi teknis, dan pemerintah nagari guna menyusun strategi pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.
Camat IV Nagari Bayang Utara, Afridal, mengatakan FGD yang digelar Jumat (17/7) itu menjadi langkah awal menyatukan persepsi sekaligus merumuskan solusi bersama dalam pemulihan SDA dan lingkungan hidup.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi dan merumuskan solusi bersama dalam pemulihan SDA dan lingkungan hidup,” ujar Afridal saat dihubungi, Senin (20/7).
Menurutnya, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, wilayah tersebut juga menghadapi berbagai tantangan, terutama dampak pascabencana yang memengaruhi kondisi lingkungan serta produktivitas masyarakat.
Dalam FGD tersebut, berbagai isu strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), konservasi kawasan, hingga peningkatan produktivitas SDA yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Afridal menjelaskan, forum tersebut juga menjadi wadah menyelaraskan program pemerintah nagari, kecamatan, hingga kabupaten agar pelaksanaan program pemulihan lingkungan lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan lapangan.
Menurutnya, kompleksitas persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pemulihan.
Untuk mendukung penyusunan strategi tersebut, pihak kecamatan menghadirkan tim dari Universitas Andalas (Unand), BNPB Provinsi Sumatera Barat, BPBD Pesisir Selatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Dinas Lingkungan Hidup, Baperida, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta perwakilan dari tiga nagari di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.
Afridal menambahkan, keterlibatan Unand sebagai mitra akademik diharapkan memperkuat perencanaan melalui kajian ilmiah dan pendampingan teknis berbasis data dan riset. Sementara itu, masukan dari instansi teknis dan pemerintah nagari dinilai memperkaya pembahasan dalam merumuskan langkah konkret yang dapat segera diterapkan di lapangan.
Ia juga mengimbau seluruh pemerintah nagari agar terus memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan instansi terkait dalam menjalankan program pemulihan lingkungan.
“Sinergi yang kuat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pengelolaan SDA yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pesisir Selatan, Mar Alamsyah, menyatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya penguatan kapasitas nagari dalam pengelolaan pembangunan berbasis potensi lokal.
Ia menegaskan, pemerintah nagari memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Nagari harus mampu merencanakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Menurut Mar Alamsyah, koordinasi antara nagari dan kecamatan harus terus diperkuat agar program pembangunan berjalan efektif, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap seluruh nagari di Pesisir Selatan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas SDA secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan daerah. (yon)
Editor : Adriyanto Syafril