Pembangunan Huntap Agam Masuk Tahap Baru

Putra Susanto • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 07:25 WIB
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menerima kunjungan perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi bersama jajaran OPD terkait di rumah dinas Bupati Agam, Rabu (22/7), usai peninjauan lokasi rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Nagari Salarehaia, Kecamatan Palembayan. (DOK PEMKAB AGAM)
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menerima kunjungan perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi bersama jajaran OPD terkait di rumah dinas Bupati Agam, Rabu (22/7), usai peninjauan lokasi rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Nagari Salarehaia, Kecamatan Palembayan. (DOK PEMKAB AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Harapan korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam untuk segera memiliki hunian tetap (huntap) memasuki babak baru. Setelah berbulan-bulan terkendala ketersediaan lahan, Pemerintah Kabupaten Agam kini berpacu me­nuntaskan sertifikasi lahan agar bantuan pembangunan 160 unit huntap dari Yayasan Buddha Tzu Chi tidak dialihkan ke daerah lain.

Pemkab Agam bersama Yayasan Buddha Tzu Chi me­ninjau lahan seluas sekitar 1,5 hektare di Kayupasak, Nagari Salarehaia, Kecamatan Palembayan, Rabu (22/7). Lahan tersebut disediakan PT Pelalu Raya sebagai solusi atas kendala yang selama ini menghambat pembangunan huntap.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Ruhyat, mengatakan hasil kajian Badan Geo­logi menyatakan lokasi tersebut layak untuk pembangu­nan. Namun, yayasan masih menunggu penyelesaian sertifikat lahan atas nama Pemerintah Kabupaten Agam sebagai syarat utama dimulainya pembangunan.

Menurutnya, Yayasan Bu­d­dha Tzu Chi pusat hanya dapat membangun huntap di atas lahan yang telah resmi menjadi aset pemerintah daerah.

“Kalau persyaratan ini ti­­­d­ak segera dipenuhi, sangat disa­yangkan apabila bantuan 160 unit huntap harus dialihkan ke daerah lain. Padahal ma­­sya­rakat Agam sangat membutuhkan rumah tetap pascabencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, huntap yang akan dibangun menggunakan material sepablock dengan ukuran 6x6 meter. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, bahkan direncanakan berikut perabot da­sar rumah tangga.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengakui bantuan pembangunan hun­tap sebenarnya telah dita­warkan sejak beberapa bulan lalu. Namun, prosesnya belum dapat berjalan karena pemerintah daerah belum memiliki lahan yang meme­nuhi syarat.

“Alhamdulillah , sekarang lahan sudah tersedia berkat dukungan PT Pelalu Raya. Pemerintah daerah segera me­nyelesaikan proses sertifikasi agar pembangunan bisa di­mulai secepatnya,” katanya.

Iqbal menyampaikan ap­resiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang berkomitmen membantu pembangu­nan huntap serta PT Pelalu Raya yang telah menyediakan lahan bagi korban bencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam, Rinaldi, menyebut kebutuhan lahan untuk memba­ngun 160 unit huntap men­capai sekitar dua hektare. Artinya, masih dibutuhkan tambahan sekitar 0,5 hektare agar seluruh rencana pembangunan dapat direalisasikan.

“Kami akan mengupayakan tambahan lahan sehingga seluruh target pembangunan huntap dapat terlaksana,” katanya.

Usai meninjau lokasi, rombongan Yayasan Buddha Tzu Chi dijamu makan siang oleh Pemerintah Kabupaten Agam di rumah dinas Bupati Agam sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja tersebut. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
hunian tetap Agam sertifikasi lahan korban bencana Agam Yayasan Buddha Tzu Chi pemkab agam