Dikutip dari laman Parent From Heart pada Jumat (4/4/25), berikut tujuh alasan mengapa wanita sering merasa cemburu pada wanita lain, menurut psikologi:
1. Perbandingan Sosial yang Tidak Disadari
Menurut teori Social Comparison dari Leon Festinger, manusia cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain untuk menilai harga diri mereka. Wanita sering membandingkan penampilan, prestasi, atau gaya hidup dengan wanita lain.
Sayangnya, perbandingan ini seringkali tidak adil karena hanya melihat “kulit luar” orang lain.
2. Rasa Tidak Aman (Insecurity) dalam Diri Sendiri
Insecurity adalah akar utama dari rasa cemburu. Ketika seseorang merasa kurang menarik, kurang pintar, atau kurang sukses, maka kehadiran wanita lain yang dianggap "lebih" akan memicu perasaan cemburu. Ini bukan tentang wanita itu, tapi tentang bagaimana kita menilai diri sendiri.
3. Tekanan Sosial terhadap Penampilan dan Status
Media sosial dan budaya populer menekankan pentingnya standar kecantikan dan pencapaian tertentu. Hal ini menumbuhkan tekanan pada wanita untuk “tampil sempurna”.
Ketika wanita lain terlihat memenuhi standar itu, rasa iri dan cemburu bisa muncul, meskipun secara rasional kita tahu bahwa setiap orang unik.
4. Pengalaman Masa Lalu yang Belum Tuntas
Kadang, rasa cemburu berasal dari pengalaman masa lalu, seperti trauma ditinggalkan karena wanita lain, atau pernah direndahkan karena penampilan.
Luka yang belum sembuh ini bisa terbawa ke relasi saat ini, membuat kita defensif terhadap wanita lain, terutama yang memicu memori serupa.
5. Kurangnya Self-Compassion
Self-compassion berarti menerima diri apa adanya, dengan kelemahan dan kekuatan. Tanpa ini, kita lebih mudah menilai diri sendiri dengan keras, dan secara otomatis merasa terancam oleh kelebihan orang lain. Padahal, kehebatan orang lain tidak membuat kita jadi kurang berharga.
6. Ketakutan Akan Kehilangan Validasi
Sebagian wanita merasa bahwa pengakuan dan validasi dari orang lain (terutama pasangan atau lingkungan) adalah sumber nilai diri.
Ketika ada wanita lain yang terlihat lebih menonjol, muncul ketakutan bahwa kita akan kehilangan perhatian atau pengakuan tersebut.
7. Budaya Kompetitif antar Perempuan
Sayangnya, budaya patriarki sering menanamkan gagasan bahwa sesama perempuan adalah kompetitor, bukan sekutu. Akibatnya, alih-alih saling mendukung, kita malah terbiasa mengamati dan membandingkan satu sama lain secara negatif, yang ujung-ujungnya menumbuhkan rasa cemburu.
Cemburu itu manusiawi. Tapi kalau dibiarkan, bisa merusak citra diri dan hubungan sosial. Yuk, kenali sumber rasa itu, beri ruang untuk menyembuhkan luka, dan bangun rasa percaya diri yang sehat.
Karena perempuan tidak harus saling bersaing, kita bisa saling dukung, tumbuh, dan bersinar bersama. (*)
Editor : Hendra Efison