Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Alasan Wanita Sering Cemburu pada Wanita Lain, Menurut Psikologi

Suci Kurnia Putri • Jumat, 4 April 2025 | 14:15 WIB

(Canva.com/Africa images)
(Canva.com/Africa images)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pernah merasa tiba-tiba kesal saat melihat wanita lain? Padahal dia tidak salah apa-apa. Atau kamu sering merasa minder melihat pencapaian atau penampilan perempuan lain? Tenang, kamu tidak sendiri. Perasaan seperti ini umum terjadi dan ternyata bisa dijelaskan secara psikologis.

Dikutip dari laman Parent From Heart pada Jumat (4/4/25), berikut tujuh alasan mengapa wanita sering merasa cemburu pada wanita lain, menurut psikologi:

1. Perbandingan Sosial yang Tidak Disadari

Menurut teori Social Comparison dari Leon Festinger, manusia cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain untuk menilai harga diri mereka. Wanita sering membandingkan penampilan, prestasi, atau gaya hidup dengan wanita lain.

Sayangnya, perbandingan ini seringkali tidak adil karena hanya melihat “kulit luar” orang lain.

2. Rasa Tidak Aman (Insecurity) dalam Diri Sendiri

Insecurity adalah akar utama dari rasa cemburu. Ketika seseorang merasa kurang menarik, kurang pintar, atau kurang sukses, maka kehadiran wanita lain yang dianggap "lebih" akan memicu perasaan cemburu. Ini bukan tentang wanita itu, tapi tentang bagaimana kita menilai diri sendiri.

3. Tekanan Sosial terhadap Penampilan dan Status

Media sosial dan budaya populer menekankan pentingnya standar kecantikan dan pencapaian tertentu. Hal ini menumbuhkan tekanan pada wanita untuk “tampil sempurna”.

Ketika wanita lain terlihat memenuhi standar itu, rasa iri dan cemburu bisa muncul, meskipun secara rasional kita tahu bahwa setiap orang unik.

4. Pengalaman Masa Lalu yang Belum Tuntas

Kadang, rasa cemburu berasal dari pengalaman masa lalu, seperti trauma ditinggalkan karena wanita lain, atau pernah direndahkan karena penampilan.

Luka yang belum sembuh ini bisa terbawa ke relasi saat ini, membuat kita defensif terhadap wanita lain, terutama yang memicu memori serupa.

5. Kurangnya Self-Compassion

Self-compassion berarti menerima diri apa adanya, dengan kelemahan dan kekuatan. Tanpa ini, kita lebih mudah menilai diri sendiri dengan keras, dan secara otomatis merasa terancam oleh kelebihan orang lain. Padahal, kehebatan orang lain tidak membuat kita jadi kurang berharga.

6. Ketakutan Akan Kehilangan Validasi

Sebagian wanita merasa bahwa pengakuan dan validasi dari orang lain (terutama pasangan atau lingkungan) adalah sumber nilai diri.

Ketika ada wanita lain yang terlihat lebih menonjol, muncul ketakutan bahwa kita akan kehilangan perhatian atau pengakuan tersebut.

7. Budaya Kompetitif antar Perempuan

Sayangnya, budaya patriarki sering menanamkan gagasan bahwa sesama perempuan adalah kompetitor, bukan sekutu. Akibatnya, alih-alih saling mendukung, kita malah terbiasa mengamati dan membandingkan satu sama lain secara negatif, yang ujung-ujungnya menumbuhkan rasa cemburu.

Cemburu itu manusiawi. Tapi kalau dibiarkan, bisa merusak citra diri dan hubungan sosial. Yuk, kenali sumber rasa itu, beri ruang untuk menyembuhkan luka, dan bangun rasa percaya diri yang sehat.

Karena perempuan tidak harus saling bersaing, kita bisa saling dukung, tumbuh, dan bersinar bersama. (*)

Editor : Hendra Efison
#Cemburu pada Wanita Lain #Menurut Psikologi #Alasan Wanita Sering Cemburu