Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jamsek, Urat Nadi dari Gunung Nago yang Tak Pernah Henti Mengalir

Muhammad Reza Bayu Permana • Sabtu, 8 November 2025 | 11:34 WIB

Anak-anak bermain air, mandi-mandi, dan berenang di aliran sungai irigasi Gunung Nago, Jumat sore (07/11/2025). (M Reza Bayu/Padeks)
Anak-anak bermain air, mandi-mandi, dan berenang di aliran sungai irigasi Gunung Nago, Jumat sore (07/11/2025). (M Reza Bayu/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sore itu, suara gemericik air berpadu dengan tawa anak-anak yang berlarian di tepian sungai.

Dari celah pepohonan hijau, tampak sinar matahari menembus permukaan air yang jernih, memperlihatkan dasar sungai berbatu yang mengalir tenang.

Di sinilah, di kawasan Pauh, Kota Padang, mengalir sebuah sumber kehidupan yang dikenal luas sebagai Pemandian Jamsek—aliran air yang bersumber langsung dari kaki Gunung Nago.

Bagi warga setempat, Jamsek bukan sekadar tempat bermain air atau melepas penat.

Sungai ini adalah urat nadi kehidupan yang mengalirkan kesejahteraan ke ladang, rumah, dan hati masyarakat Pauh.

Airnya menjadi tumpuan untuk irigasi sawah, mencuci, membersihkan kendaraan, hingga memenuhi kebutuhan harian.

“Airnya selalu jernih, bahkan di musim hujan pun tidak keruh. Anak-anak senang mandi di sini karena tidak terlalu dalam,” ujar Ernawati (35), seorang warga Pauh, sambil memandangi anaknya yang asyik bermain air, Jumat sore (7/11/2025).

Ia tersenyum, seolah mengamini bahwa Jamsek memang bukan sekadar sungai—tetapi bagian dari masa kecil banyak warga Pauh.

Air yang Menghidupkan dan Menyatukan

Setiap tetes air yang mengalir dari perbukitan Gunung Nago membawa cerita. Dari sumber alami yang dingin dan segar, air itu turun melalui bebatuan dan rimbun pepohonan, sebelum bermuara di pemukiman warga.

Di sepanjang aliran, masyarakat menata ruang dengan rapi: ada area khusus mencuci, tempat anak-anak bermain, hingga spot alami yang dijadikan pemandian keluarga.

Jamsek menjadi ruang pertemuan yang mempertautkan generasi. Para orang tua berbincang di tepian, sementara anak-anak belajar berenang di air dangkal.

Di sisi lain, remaja dan wisatawan lokal datang untuk menikmati kesegaran airnya, menjadikan Jamsek sebagai destinasi wisata alami yang tumbuh dari keseharian masyarakat sendiri.

Menjaga Warisan Alam Gunung Nago

Namun, di balik kesejukan dan keceriaan itu, tersimpan tanggung jawab besar. Warga menyadari bahwa keberlanjutan aliran Jamsek bergantung pada kelestarian hutan Gunung Nago sebagai sumber air utama.

Sedikit saja terjadi pencemaran atau pembalakan liar, aliran air yang selama ini menyejukkan Pauh bisa berubah menjadi bencana.

Karena itu, warga setempat mulai membangun kesadaran bersama. Dari gotong royong membersihkan tepian sungai hingga imbauan agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, langkah-langkah kecil ini menjadi bentuk cinta terhadap alam.

“Kalau airnya kotor, yang rugi kita juga,” ucap Ernawati pelan. “Jadi, menjaga Jamsek sama dengan menjaga kehidupan.”

Dari puncak Gunung Nago hingga pemukiman di Pauh, air Jamsek terus mengalir tanpa henti—membasuh, menyegarkan, dan menyatukan.

Di tengah hiruk-pikuk kota yang kian padat, sungai ini mengingatkan setiap orang bahwa kehidupan sejati selalu bermula dari air yang bersih, alam yang terjaga, dan manusia yang peduli. (cr2)

Editor : Hendra Efison
#sumber air Padang #warga Pauh #Gunung Nago #Pemandian Jamsek