Mereka tidak akan langsung berkata, "Kamu bodoh!" atau "Keputusanmu salah!", tapi mereka punya cara lebih licik menggunakan kata-kata yang terdengar biasa, tapi sebenarnya menusuk dan meruntuhkan kepercayaan dirimu.
Orang-orang seperti ini bisa saja teman dekat, rekan kerja yang care, atau bahkan keluarga yang katanya ingin yang terbaik untukmu. Tapi kenyataannya? Mereka ingin membuatmu ragu, merasa salah, dan pada akhirnya tunduk pada opini mereka.
Dikutip dari website Learning Mind pada Rabu (5/2/25), berikut 10 frasa yang sering mereka gunakan.
- "Apa kamu yakin dengan itu?"
Sekilas ini terdengar seperti pertanyaan biasa, tapi kalau diucapkan dengan nada meremehkan, itu adalah taktik untuk menanamkan keraguan dalam dirimu. Tujuannya? Membuatmu mempertanyakan keputusan sendiri, meskipun sebelumnya kamu sudah sangat yakin.
- "Aku nggak tahu kalau kamu suka hal seperti itu."
Biasanya disertai ekspresi terkejut, seolah-olah mereka baru saja menemukan sesuatu yang aneh dari dirimu. Padahal, ini hanyalah cara halus untuk mempertanyakan pilihanmu agar kamu merasa tidak nyaman.
- "Aku punya ide yang jauh lebih baik."
Kedengarannya seperti saran? Tidak juga. Ini adalah cara mereka mengatakan bahwa idemu tidak cukup bagus. Mereka ingin menunjukkan bahwa pendapat mereka lebih cerdas dan lebih layak didengar.
- "Kalau aku jadi kamu..."
Ini adalah kalimat pembuka favorit mereka sebelum memberikan saran sok bijak. Sebenarnya, mereka ingin membuatmu merasa kurang kompeten dan seolah-olah mereka lebih tahu bagaimana kamu seharusnya menjalani hidupmu.
- "Menarik... tapi bukan sesuatu yang aku pilih."
Seolah memberi komentar netral, tapi sebenarnya ini adalah cara halus untuk meremehkan pilihanmu. Mereka ingin memberi kesan bahwa keputusanmu tidak cukup baik tanpa harus mengatakannya secara langsung.
- "Aku nggak akan pernah melakukan itu."
Kalimat ini adalah cara mereka menyatakan bahwa pilihanmu buruk dan mereka lebih pintar karena tidak akan pernah melakukan hal yang sama. Mereka ingin memastikan bahwa kamu merasa lebih rendah dari mereka.
- "Seharusnya kamu sudah tahu itu."
Maksud tersembunyinya? "Kalau kamu nggak setuju denganku, berarti kamu kurang pintar." Orang yang suka menghakimi sering merasa bahwa opini mereka adalah kebenaran mutlak dan menyalahkanmu jika kamu berpikir berbeda.
- "Setiap orang punya selera masing-masing."
Kedengarannya netral, tapi sering kali dipakai sebagai tameng kritik. Maknanya? "Aku nggak suka pilihanmu, tapi aku nggak mau kelihatan jahat, jadi aku bungkus dengan kalimat yang lebih halus."
- "Ada cara yang lebih berguna untuk menghabiskan waktu."
Ini adalah sindiran terselubung yang membuatmu merasa bersalah atas bagaimana kamu menghabiskan waktumu. Mereka ingin menegaskan bahwa apa yang kamu lakukan tidak produktif atau tidak penting, dibandingkan dengan standar mereka.
- "Ya ampun. Kasihan sekali."
Alih-alih menunjukkan empati, mereka membuatmu merasa kecil dan tak berdaya. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka lebih kuat dan lebih tahu cara menghadapi hidup dibanding kamu.
Jika kamu sering mendengar salah satu dari frasa ini, jangan langsung terpengaruh. Orang yang suka menghakimi biasanya hanya ingin merasa lebih unggul. Mereka ingin mengontrol caramu berpikir atau sekadar menjatuhkan rasa percaya dirimu. (*)
Editor : Hendra Efison