Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

5 Sikap yang Sering Dimiliki oleh Orang yang Takut Patah Hati, Apakah Kamu Pernah Mengalaminya?

Wanda Andita Putri • Rabu, 12 Februari 2025 | 14:11 WIB

(Pexels.com RDNE Stock project)
(Pexels.com RDNE Stock project)
PADEK.JAWAPOS.COM—Siapa pun yang pernah mengalami putus cinta tahu bahwa menemukan keberanian untuk membuka diri dan kembali menjalin hubungan bukanlah hal yang mudah.

Patah hati dapat meninggalkan bekas yang mendalam, membuat seseorang mengembangkan sikap tertentu sebagai bentuk perlindungan diri.

Wajar jika seseorang menutup diri untuk menghindari rasa sakit yang sama.

Namun, pada akhirnya, setiap orang harus dan akan belajar untuk melangkah maju serta membuka hati kembali.

Setelah menyadari pola sikap yang terbentuk dan alasannya, proses pemulihan pun bisa dimulai.

Dilansir dari laman Your Tango pada Rabu (12/2/2025), terdapat beberapa sikap yang sering dimiliki oleh orang yang takut patah hati, berikut ulasannya.

  1. Memilih Pasangan yang Tidak Baik secara Emosional

Orang yang takut patah hati cenderung tanpa sadar tertarik pada pasangan yang sulit berkomitmen.

Mereka mungkin menyukai seseorang, tetapi hubungan tersebut selalu menemui jalan buntu karena berbagai alasan.

Biasanya hal tersebut terjadi karena pasangan mereka tidak siap atau enggan untuk berkomitmen.

Itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang akan menarik pasangan yang tepat ketika dirinya sudah benar-benar siap.

Jika masih terlalu takut untuk memulai sesuatu yang serius maka hubungan yang langgeng akan terasa seperti konsep yang asing.

  1. Terlalu Sering Mencari Pembenaran atas Hal-hal Kecil

Ketakutan terhadap patah hati atau penolakan sering kali membuat seseorang merasa perlu meminta pendapat orang lain tentang segala hal.

Mereka juga cenderung meminta maaf terlalu sering, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.

Secara psikologis, kecenderungan ini merupakan mekanisme untuk mengurangi disonansi kognitif, yaitu ketidaksesuaian antara keyakinan dan tindakan seseorang.

Dalam hubungan, hal ini bisa terlihat dari kebiasaan membenarkan perilaku tertentu agar tetap merasa nyaman dengan diri sendiri.

Sebuah penelitian pada tahun 2021 menunjukkan bahwa orang yang terus-menerus mencari pembenaran cenderung sulit mengakui kesalahan dan bertanggung jawab sehingga dapat menghambat komunikasi yang terbuka dalam hubungan.

  1. Berpegang Teguh pada Kesempurnaan

Seseorang yang takut patah hati cenderung menetapkan standar yang terlalu tinggi dalam mencari pasangan.

Mereka merasa bahwa mereka tidak akan puas dengan apa pun yang kurang dari kesempurnaan, sebuah standar yang pada dasarnya tidak realistis.

Hal ini sering kali berakar pada keyakinan bahwa “cinta adalah kesempurnaan”.

Mereka berpikir bahwa mereka hanya akan dicintai jika mereka sendiri sudah sempurna.

Namun, hal ini justru menciptakan lingkaran tak berujung yang membuat mereka selalu merasa tidak cukup baik untuk dicintai.

  1. Selalu Mencari Kepastian dalam Segala Hal

Orang yang takut patah hati sering kali ingin mengetahui akhir dari suatu hal sebelum memulainya.

Mereka mungkin suka membaca bagian terakhir dari sebuah buku terlebih dahulu, mencari spoiler film, atau memastikan segala sesuatunya bisa dikendalikan.

Sayangnya, dalam kehidupan nyata, tidak ada yang bisa benar-benar bisa diprediksi.

Meski begitu, mereka tetap merasa lebih nyaman jika bisa memiliki kendali, bahkan bila itu hanya dalam bentuk hal-hal kecil seperti mengetahui akhir cerita dalam sebuah film.

  1. Menyamarkan Rasa Sakit dengan Humor

Mereka yang mengalami rasa sakit mendalam sering kali memiliki selera humor yang tinggi.

Namun, dalam hubungan, kebiasaan menyembunyikan rasa sakit ini dapat menghambat komunikasi yang sehat.

Orang yang sering meremehkan emosinya sendiri mungkin takut menunjukkan kelemahan atau takut ditolak jika terlalu terbuka mengenai perasaannya.

Sebuah penelitian pada tahun 2015 menunjukkan bahwa otak merespons rasa sakit emosional dengan cara yang mirip dengan rasa sakit fisik.

Oleh karena itu, menekan emosi negatif dalam jangka panjang bisa berdampak buruk, baik bagi diri sendiri maupun hubungan yang dijalani.

Jika kamu merasa memiliki salah satu dari lima sikap di atas, ketahuilah bahwa ini adalah reaksi alami terhadap pengalaman patah hati.

Namun, dengan menyadari pola yang terbentuk, kamu bisa mulai membangun kembali kepercayaan terhadap cinta dan diri sendiri.(*)

Editor : Hendra Efison
#Apakah Kamu Pernah Mengalami #patah hati #Sikap yang Sering Dimiliki oleh Orang yang Takut Patah Hati