Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengapa Pasangan Bercerai? Ini 10 Penyebab Perceraian yang Wajib Diketahui

Randi Zulfahli • Senin, 27 Oktober 2025 | 22:40 WIB

Riset terbaru mengungkap 10 penyebab utama perceraian, mulai dari rusaknya komunikasi, masalah keuangan, hingga perbedaan nilai hidup pasangan.(pexels.com)
Riset terbaru mengungkap 10 penyebab utama perceraian, mulai dari rusaknya komunikasi, masalah keuangan, hingga perbedaan nilai hidup pasangan.(pexels.com)
PADEK.JAWAPOS.COM—Keputusan untuk mengakhiri ikatan pernikahan atau perceraian merupakan proses yang sulit, didorong oleh beragam faktor yang berkontribusi pada keretakan hubungan.

Meskipun perjalanan setiap pasangan berbeda, sejumlah isu umum kerap menjadi landasan di balik keputusan untuk berpisah.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Terry and Roberts Law, Senin (27/10/2025), di balik alasan resmi perceraian secara hukum, pasangan sering menyebutkan berbagai persoalan lain yang menjadi kekuatan pendorong untuk mengajukan gugatan cerai.

Bagi banyak pasangan, permasalahan-permasalahan ini walaupun tidak selalu menjadi dasar hukum di pengadilan merupakan alasan substantif yang mengakhiri komitmen pernikahan.

Berikut adalah 10 penyebab utama yang sering diutarakan oleh pasangan saat menghadapi proses perceraian:

  1. Rusaknya Komunikasi

Efektivitas komunikasi adalah dasar vital dalam pernikahan yang sehat. Ketika pasangan kesulitan berkomunikasi, kesalahpahaman dan konflik dapat memburuk dengan cepat.

Pola komunikasi yang buruk, seperti menghindari topik sulit, kegagalan mendengarkan secara aktif, atau menggunakan bahasa yang menyakitkan, lambat laun dapat menciptakan kebencian, jarak emosional, dan merusak rasa kepercayaan. Banyak pasangan yang bercerai merasa tidak didengarkan atau disalahpahami.

  1. Ketegangan Masalah Keuangan

Menurut American Association for Marriage and Family Therapy (AAMFT), kesulitan keuangan adalah sumber stres paling umum. Isu uang bisa dipicu oleh utang, kecanduan judi, kebiasaan belanja yang kontras, hingga ketidakstabilan pendapatan.

Ketidakcocokan finansial mampu menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan dan perasaan tidak aman dalam hubungan, yang pada puncaknya dapat berujung pada perceraian.

  1. Isu Perselingkuhan dan Kehilangan Kepercayaan

Perselingkuhan (infidelity) adalah penyebab perceraian yang tragis dan sayangnya sering terjadi. Pasangan yang dikhianati akan menghadapi rasa sakit emosional mendalam dan kehilangan kepercayaan.

Meskipun faktor pemicu perselingkuhan beragam mulai dari kurangnya keintiman hingga jarak emosional upaya membangun kembali kepercayaan setelah perselingkuhan sangatlah menantang dan membutuhkan komitmen besar dari kedua belah pihak.

  1. Perbedaan Jalur Hidup (Growing Apart)

Seiring waktu, individu dapat berevolusi. Ketika tujuan hidup, nilai, atau minat pasangan mulai berbeda, muncul perasaan keterasingan dan jarak. Perbedaan ini yang kadang terjadi secara halus selama bertahun-tahun dapat menciptakan jurang pemisah yang terlalu lebar, membuat perceraian terasa sebagai satu-satunya opsi.

  1. Menurunnya Keintiman

Kedekatan fisik dan emosional adalah komponen krusial. Ketika keintiman memudar, hal itu dapat memicu perasaan penolakan, kesepian, dan ketidakpuasan. Kurangnya kedekatan yang berkepanjangan sering kali menjadi faktor utama yang berkontribusi pada perceraian.

  1. Konflik dan Pertengkaran Serius

Semua pasangan pasti berkonflik, namun ketika perselisihan menjadi konstan, destruktif, atau dipenuhi permusuhan, lingkungan rumah tangga menjadi beracun. Pola pertengkaran yang sulit diputus ini dapat mengikis rasa hormat dan empati, mendorong pasangan untuk memilih berpisah demi mencari kedamaian.

  1. Isu Penyalahgunaan Zat dan Kecanduan

Kecanduan, seperti narkoba, alkohol, atau judi, memberikan tekanan luar biasa. Kecanduan dapat menciptakan siklus kebohongan, ketidakstabilan keuangan, dan janji yang dilanggar. Bagi pasangan yang tidak kecanduan, mempertahankan pernikahan yang stabil di tengah kekacauan ini sering kali terasa mustahil.

  1. Perbedaan Gaya Pengasuhan Anak

Kedatangan anak membawa tantangan baru. Konflik intens bisa muncul jika pasangan tidak sepakat mengenai cara mendisiplinkan, mendidik, atau memilih gaya hidup anak. Stres yang dihasilkan dari perselisihan pengasuhan ini dapat menyebabkan keretakan yang berujung pada perceraian.

  1. Masalah Kesehatan Mental

Gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau gangguan kepribadian dapat memengaruhi kemampuan pasangan untuk berkomunikasi secara sehat dan menjaga keintiman. Pasangan yang berjuang dengan masalah ini membutuhkan pemahaman dan dukungan profesional. Jika tidak ditangani, masalah ini bisa mengikis dasar pernikahan.

  1. Ekspektasi yang Tidak Realistis

Memasuki pernikahan dengan ekspektasi yang dibentuk oleh media atau lingkungan seringkali berujung pada kekecewaan dan kebencian. Ketika pasangan secara konsisten gagal memenuhi standar tinggi satu sama lain, ketidakpuasan serius dapat menciptakan kesenjangan yang sulit dijembatani, yang akhirnya memicu perceraian. (cc1)

Editor : Hendra Efison
#komunikasi pasangan #masalah keuangan rumah tangga #penyebab perceraian #faktor kehancuran pernikahan