Di depan tulisan nama Kantor Gubernur Sumatera Barat, sekelompok muda-mudi tampak asyik bermain lompat karet di pinggir jalan.
Mereka adalah bagian dari Komunitas Bermain Padang (KBM), wadah terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali menikmati permainan masa kecil.
Mulai dari lompat karet, congklak, bekel, cakbur, batu tujuh, bakia, hingga engrang batok, semua dimainkan secara bergiliran menyesuaikan jumlah peserta.
“Kalau massanya sepi, kita main permainan yang bisa dimainkan sedikit orang. Kalau ramai, kita pilih permainan yang lebih banyak melibatkan peserta,” ujar Abdullah Muhammad Abrar (22), salah satu pendiri KBM Padang, di sela kegiatan di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar.
Abrar mengungkapkan, ide membentuk komunitas ini muncul dari kejenuhan anak muda terhadap rutinitas modern seperti bermain gawai, nongkrong di kafe, atau bermain UNO.
“Kita ingin bikin suasana bermain di lapangan lagi, yang bikin nostalgia dan seru bareng-bareng,” katanya.
Kini, KBM Padang rutin menggelar dua agenda utama: Friday Night Fun setiap Jumat pukul 16.30–21.00 WIB di Lapangan Apeksi Balai Kota Padang, serta kegiatan Car Free Day tiap Minggu pagi di Kantor Gubernur Sumbar.
Kegiatan KBM terbuka untuk umum dan lintas usia. Peserta hanya diimbau berhati-hati agar tidak cedera saat bermain.
Informasi jadwal dan kegiatan terbaru dapat diakses melalui grup WhatsApp yang tautannya tersedia lewat QR code pada banner komunitas.
“Kalau lagi jalan dan lihat kami main, silakan langsung ikut aja. Tujuan kami memang untuk umum, supaya orang bisa ikut main bareng,” tutur Abrar.(CR4)
Editor : Hendra Efison