Temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang berawal dari persahabatan memiliki fondasi kepercayaan dan keterbukaan emosional yang telah terbentuk sebelum pernikahan.
Akun informasi Folkyogya mengutip hasil penelitian tersebut melalui unggahan di media sosial.
“Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang menikah dengan sahabat sendiri memiliki fondasi hubungan yang lebih kuat, termasuk kepercayaan dan keterbukaan emosional yang telah terbangun lama,” tulis Folkyogya.
NBER menilai, kedekatan sebagai teman membuat pasangan lebih memahami karakter, kebiasaan, dan cara menyelesaikan konflik satu sama lain.
Kondisi tersebut dinilai berkontribusi pada komunikasi yang lebih terbuka dan pengelolaan konflik yang lebih efektif dalam rumah tangga.
Temuan ini diperkuat laporan KlikDokter yang menyebutkan bahwa unsur persahabatan dalam pernikahan berkaitan dengan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.
Dalam laporan tersebut, pasangan tidak hanya berperan sebagai suami dan istri, tetapi juga sebagai sistem pendukung utama dalam menghadapi tekanan sehari-hari.
Studi NBER menegaskan bahwa kejujuran dan keterbukaan yang menjadi ciri persahabatan berperan penting dalam menjaga stabilitas hubungan jangka panjang.(cr3)
Editor : Hendra Efison