PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) menggelar lomba olahraga tradisional tingkat Sumatera Barat Tahun 2026 yang diikuti 939 siswa dari berbagai daerah, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget sekaligus melestarikan permainan tradisional.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Balaikota Pariaman itu dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi.
Peserta berasal dari tingkat SD dan MI dari Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Agam, hingga Kabupaten Solok.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter, melatih motorik anak, dan memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal di tengah derasnya pengaruh teknologi digital.
Baca Juga: FIFGROUP Area Sumbar Ingatkan Bahaya Mafia Kredit Modus Pinjam Nama
“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum mencintai budaya dan mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap HP. Kita ingin anak-anak lebih aktif bergerak, fokus belajar, dan mengenal kembali permainan tradisional,” ujar Yota Balad.
Ia juga mendorong agar olahraga tradisional dapat dimasukkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.
Jadi Bagian Program Sport Tourism Kota Pariaman
Tak hanya berorientasi pada pendidikan dan pelestarian budaya, lomba olahraga tradisional tersebut juga menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Pariaman di sektor sport tourism atau wisata olahraga.
Menurut Yota Balad, penyelenggaraan event olahraga dan seni secara rutin akan memperkuat posisi Kota Pariaman sebagai kota festival dan destinasi wisata yang inklusif di Sumatera Barat.
Baca Juga: Diduga Microsleep, Pajero Tabrak Ertiga hingga Masuk Jurang di Sijunjung, Sopir Tewas
“Bagi yang menang jadikan ini motivasi untuk terus berprestasi. Yang belum berhasil jangan berkecil hati, karena tahun depan insyaallah kegiatan ini akan digelar lebih meriah lagi,” katanya.
Yota bahkan melempar wacana baru untuk mengadakan perlombaan seni seperti marching band tingkat Sumatera Barat hingga nasional di masa mendatang.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi Pariaman sebagai kota wisata berbasis budaya dan kreativitas masyarakat.
Data dari panitia menunjukkan sebanyak 939 siswa ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tingginya jumlah peserta membuat area perlombaan dipadati siswa, guru pendamping, dan masyarakat yang datang menyaksikan berbagai pertandingan tradisional.
Baca Juga: PLN Tuntaskan Pemulihan Kelistrikan Sumbar, 1,8 Juta Pelanggan Kembali Nikmati Layanan Listrik
Lima Permainan Tradisional Dipertandingkan
Kepala Dikpora Kota Pariaman, Hertati Taher, menjelaskan terdapat lima cabang olahraga tradisional yang diperlombakan dalam event tersebut.
Kelima permainan itu meliputi Pacu Upiah, Tangkelek Panjang, Pacu Ban, Tangkelek Batok, dan Katapel.
Menurut Hertati, perlombaan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda yang saat ini lebih akrab dengan dunia digital.
“Ada lima cabang permainan tradisional legendaris yang diperlombakan dan seluruhnya mendapat sambutan luar biasa dari peserta maupun masyarakat,” ungkap Hertati.
Baca Juga: Polda Sumbar Gelar Rakor Percepatan Penerbitan WPR dan IPR untuk Tekan PETI
Untuk menjaga kualitas perlombaan, panitia menurunkan 25 juri profesional yang berasal dari guru olahraga SD Kecamatan Pariaman Tengah. Setiap cabang pertandingan dikawal lima orang juri guna memastikan sportivitas selama kompetisi berlangsung.
Selain memperebutkan piala, peserta juga mendapatkan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan prestasi siswa dalam melestarikan budaya lokal.
“Semoga kegiatan ini membuat anak-anak kembali mencintai permainan tradisional dan tidak terlalu bergantung pada gadget yang dapat memengaruhi perkembangan mereka,” tambah Hertati.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kota Pariaman, Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad, Ketua GOW Kota Pariaman Ny. Dina Mulyadi, serta Ketua DWP Kota Pariaman Ny. Nelvia Azhar. Usai pembukaan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga meninjau langsung arena perlombaan dan menyaksikan sejumlah pertandingan siswa.(*)
Editor : Hendra Efison