Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ratusan Pewaris Silek Pingian Berkumpul di Sungai Dareh, Tradisi Ziarah Amanah Terus Dijaga Lebih Seabad

Zulfia Anita • Rabu, 10 Juni 2026 | 21:39 WIB
Ziarah Amanah Silek Pingian mempertemukan pewaris tradisi dari berbagai daerah untuk menjaga warisan budaya Minangkabau yang telah berusia seabad, di Laman Tuo Silek Pingian, Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Rabu (10/6/2026).
Ziarah Amanah Silek Pingian mempertemukan pewaris tradisi dari berbagai daerah untuk menjaga warisan budaya Minangkabau yang telah berusia seabad, di Laman Tuo Silek Pingian, Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Rabu (10/6/2026).

DHARMASRAYA, PADEK.JAWAPOS.COM — Keluarga besar Silek Pingian Rantau Batanghari dari berbagai daerah di Sumatera Barat, Riau, dan Jambi kembali berkumpul di Laman Tuo Silek Pingian, Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa (10/6/2026). Mereka mengikuti Ziarah Amanah, tradisi turun-temurun yang menjadi simbol penghormatan kepada guru sekaligus upaya menjaga warisan budaya Minangkabau yang telah bertahan lebih dari satu abad.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Menurut dia, Ziarah Amanah menjadi bukti bahwa modernisasi tidak menghapus ikatan masyarakat terhadap nilai budaya dan sejarah yang diwariskan para pendahulu.

“Tradisi ini membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak harus menghilangkan jati diri. Justru di tengah arus globalisasi, kita harus semakin kuat menjaga budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” kata Annisa.

Baca Juga: Universitas Jayanusa Resmi Berdiri, BEM-KM Siap Kawal Transformasi Kampus

Menjaga Amanah Guru dari Generasi ke Generasi

Bagi keluarga besar Silek Pingian, Ziarah Amanah bukan sekadar pertemuan tahunan. Tradisi ini menjadi ruang untuk mengenang jasa para guru yang telah mewariskan ilmu silek beserta nilai adat, agama, dan akhlak kepada murid-muridnya.

Tradisi tersebut juga menjadi pengikat hubungan antargenerasi, terutama bagi para perantau yang datang dari berbagai daerah untuk kembali berkumpul di kampung halaman.

Menurut Annisa, penghormatan kepada guru merupakan salah satu nilai utama yang membedakan Silek Pingian dari sekadar seni bela diri.

Baca Juga: Pemko Padang Siapkan Rp50 Juta per Rumah untuk Program Renovasi RTLH 2026

Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menilai keberadaan Silek Pingian memiliki arti penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat.

Apalagi Silek Pingian Rantau Batanghari telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Status tersebut menjadi pengakuan sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutannya.

Selain mengajarkan teknik bela diri, Silek Pingian juga memuat nilai persaudaraan, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta semangat kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga: BNNP Sumbar Musnahkan 145 Kg Ganja Jaringan Antarprovinsi, Empat Pelaku Terancam Hukuman Mati

Ajak Generasi Muda Mengenal Budaya Daerah

Annisa mengajak generasi muda untuk tidak menjauh dari budaya daerah di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin cepat.

Menurut dia, pelestarian budaya harus dimulai dari proses mengenal, mempelajari, dan mencintai tradisi yang hidup di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Ziarah Amanah diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan keluarga besar Silek Pingian sekaligus menjaga marwah warisan budaya Minangkabau agar tetap hidup dan berkembang pada masa mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
#Ziarah Amanah Silek Pingian #Silek Pingian Rantau Batanghari #Budaya Minangkabau #Warisan Budaya Takbenda #dharmasraya