Tokoh Dalam Catatan Redaksi: Benny Utama Petarung Politik yang Banyak Torehkan Prestasi

Hendra Efison • Dipublikasikan Senin, 26 Juni 2023 | 09:43 WIB
Photo
Photo

Pengantar Redaksi


Siapa lagi yang akan menghargai dan mengapresiasi anak negeri ini kalau tidak warga dari negeri ini sendiri. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap public (pembaca-red) dalam menyuguhkan informasi, maka redaksi www.Padek.co, mulai tanggal 26 Juni 2023 menampilkan rubrik “Tokoh Dalam Catatan Redaksi”. Rubrik ini menampilkan figur seorang tokoh yang ditulis secara independen berdasarkan track record dan jejak digital sang tokoh. Seperti apa bentuknya dan siapa saja tokoh itu? Simak terus “Tokoh Dalam Catatan Redaksi” di www.Padek.co. (Redaksi)







PADEK.CO-- Banyak politisi yang terlahir di negeri ini, namun tak banyak politisi yang lahir dan mampu mencatatkan prestasi. Satu di antara politisi yang lahir dan mampu mencatatkan torehan itu adalah H Benny Utama SH MM. Kader Golkar yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pasaman dan dipersiapkan untuk maju menjadi Sumbar 1 (Gubernur-red), dalam rentang 23 tahun Benny Utama telah banyak mencatatkan sejarah. Selain dikenal sebagai “petarung politik” tangguh, Benny Utama juga merupakan tokoh yang disegani di antara Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah se Sumatera Barat.

Benny Utama dilahirkan di Jakarta tanggal 1 September 1961 dan menghabiskan masa kecilnya di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Usai menamatkan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Muhammadiyah Bukittinggi, Benny mengawali karirnya di Kejaksaan Agung dan menjadi Jaksa penyidik di Bukittinggi, Jambi, Muaro Bungo, Banda Aceh, Bogor dan Mataram. Profesi sebagai aparatur penegak hukum ini dijalaninya mulai tahun 1987 sampai dengan tahun 1999.

Kuatnya panggilan untuk mengabdi di kampung halaman membuat Benny Utama “banting Setir” ke dunia Politik. Tahun 2000 merupakan tahun awal bagi Benny Utama untuk memulai perjalanan baru dan karirnya di dunia politik. Dari sinilah sejarah itu satu per satu mulai dicatatkannya.

Benarkah? Mari kita bicara data. Setahun pasca pensiun dari Pegawai Kejaksaan, Benny Utama maju menjadi calon Wakil Bupati Kabupaten Pasaman dalam Pilkada Kabupaten Pasaman periode 2000-2005. Benny saat itu mendampingi Baharudin R bersaing dengan lima pasang calon lainnya. Setelah melalui tiga kali tahap pemilihan, akhirnya Benny Utama bersama Baharudin R terpilih menjadi pemenang. Dari sinilah awal karir Benny Utama dimulai di ranah eksekutif. Benny tercatat sebagai Wakil Bupati pertama di Kabupaten Pasaman dan Wakil Bupati termuda di Sumatera Barat kala itu.

Posisi Wakil Bupati ini tak genap lima tahun dijalankannya. Pada tahun 2004 Benny di tunjuk menjadi Bupati Kabupaten Pasaman menggantikan Bupati Baharudin R yang mengundurkan diri. Kala itu regulasi mewajibkan apabila Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang maju Pilkada di daerah lain wajib mengundurkan diri, sebelum tercatat sebagai Calon Kepala Daerah di daerah lain tersebut.

Posisi Bupati ini dijalani Benny Utama sampai tahun 2005. Seiring datangnya periodesasi Kepala Daerah di Kabupaten Pasaman (2005-2010) Benny kembali turut bertarung. Status sebagai Incumbent membuat Benny digadang gadang memiliki peluang besar memenangkan pertarungan politik tersebut. Pilkada langsung pertama ini diikuti tiga pasang calon. Benny Utama-Nurlan Tanjung, Khairul-Rahanum, Yusuf Lubis-Hamdi Burhan. Dalam alek demokrasi kali ini Benny Utama kurang beruntung. Yusuf Lubis-Hamdi Burhan terpilih dan menjadi Bupati/Wakil Bupati periode 2005-2010.

Kalah dalam pilkada tak membuat Benny Utama patah arang. Pemilu legislatif yang berlangsung tahun 2009 menjadi ajang “come back” ke gelanggang politik. Sebagai Ketua DPD Golkar Pasaman, Benny maju menjadi anggota DPRD Pasaman dan berhasil meraih suara terbanyak. Kala itu Benny mencatatkan sejarah sebagai orang pertama yang mampu meraih suara melebih Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).

Sebagai Ketua DPD Golkar Pasaman dan peraih suara terbanyak, Benny didapuk menjadi Ketua DPRD Pasaman (2009-2014). Setahun menjadi Ketua DPRD, Benny kembali bertarung dalam Pilkada (2010-2015). Disini kembali tercatat sejarah. Untuk pertama kalinya di Sumbar Pilkada berlangsung head to head. Benny Utama-Daniel Lubis bertarung dengan Incumbent Yusuf Lubis-Syafrialis. Dalam Pilkada kali ini Benny beruntung dan berhasil terpilih menjadi Bupati Pasaman Periode 2010-2015. Lima tahun berikutnya Benny-Daniel Lubis kembali berpasangan dan maju dalam Pilkada. Head to head kembali terjadi. Yusuf Lubis-Atos Pratama berhasil menangkan tipis dalam Pilkada untuk periode 2015-2020 tersebut.

Sama dengan masa lalu, lepas dari pucuk pimpinan eksekutif tak membuat Benny Utama patah arang. Pada pemilu Legislatif 2019-2024 Benny kembali “rebound” ke gelanggang politik. Bedanya, kali ini Benny memilih maju ke DPRD Provinsi Sumatera Barat. Seperti diperkirakan banyak pihak. Benny meraup suara terbanyak. Padahal kala itu Pemilu dilakukan secara serentak antara Pilpres dan Pileg. Sumbar kala itu sedang dilanda “tsunami” politik Prabowo-Sandi. Namun, Benny tetaplah Benny. Tercatat dari 36.000 lebih suara Partai Golkar dari Pasaman dan Pasaman Barat, Benny menyumbangkan 29.000 lebih dan mengantarkan Benny Utama menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Setahun setelah itu, gong Pilkada kembali ditabuh. Benny yang didesak publik Pasaman untuk “pulang kampung” kembali ikut bertarung. Disinilah sejarah kembali terjadi. Untuk pertama kalinya di Sumatera Barat Pilkada lawan kotak kosong. Benny Utama-Sabar AS tak memiliki lawan tanding dalam pilkada. Pilkada lawan kotak kosong ini Benny berhasil meraup suara 87,5 persen lebih.

Catatkan Sejarah

Ada banyak sejarah yang mampu dicatatkan putra Lubuk Sikaping Pasaman ini. Mengawali karirnya sebagai aparat penegak hukum (mantan Jaksa Penyidik) dan “banting setir” menjadi pengusaha Kelapa Sawit serta Energy turut mewarnai perjalanan hidup Benny Utama sebelum terjun ke dunia politik.

Ada enam sejarah penting yang mampu ditorehkan Benny Utama dalam rentang 23 tahun berpolitik. Pertama, menjadi Wakil Bupati Pertama di Kabupaten Pasaman dan sekaligus mencatatkan diri sebagai Wakil Bupati termuda di era 2000-2005. Saat dilantik menjadi Wakil Bupati usia Benny Utama tercatat 39 tahun.

Kedua, politisi pertama di Pasaman yang bisa melampaui Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Dalam pemilu legislatif 2009-2014 tersebut, Benny Utama berhasil meraup 5.400 lebih suara dari 17.000 lebih suara Partai Golkar di Dapil 1 Pasaman (Lubuk Sikaping, Bonjol dan Simpang Alahan Mati). Keberhasilan ini juga mengantarkan Benny Utama menjadi Ketua DPRD Pasaman Periode 2009-2014.

Ketiga, Benny Utama merupakan satu satunya Politisi di Sumbar yang pernah menempati tiga posisi penting di Pemerintahan Daerah dalam satu wilayah. Pernah menjadi Wakil Bupati Kabupaten Pasaman (2000-2004), pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Pasaman (2009-2010) dan Bupati Kabupaten Pasaman (2004-2005), (2010-2015), (2020-2024) dan pernah pula menjadi anggota DPRD Provinsi Sumbar mewakili Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat (2019-2020). Posisi seperti ini belum pernah dicatatkan oleh politisi manapun di Sumbar sampai saat ini.

Keempat, 7 (tujuh-red) kali bertarung di gelanggang politik dalam rentang waktu 20 tahun. Benny Utama benar benar seorang “petarung politik sejati” yang jatuh bangun di gelanggang. Semenjak tahun 2000 sampai tahun 2020, tercatat tujuh kali beliau turun dan bertarung di gelanggang politik. Kalaulah dirata ratakan dalam rentang 20 tahun : 7 iven politik maka rerata 2,9 tahun sekali Benny turun gelanggang dan bertarung. Lima kali di Pilkada, dua kali di Pemilu Legislatif. Dari kali bertarung tersebut Benny Utama mencatatkan skore lima kali menang, dua kali kalah.

Kelima, pelaku dan pencatat sejarah Pilkada Kotak Kosong pertama di Sumatera Barat. Pilkada 2020-2024 kemarin merupakan Pilkada bersejarah bagi Kabupaten Pasaman dan Pilkada se Sumatera Barat. Untuk pertama kali dan baru pertama kali terjadi di Sumatera Barat ada Pilkada melawan kotak kosong. Realita politik ini jelas dan tidak bisa dilepaskan dari faktor ketokohan seorang Benny Utama. Dalam Pilkada ini Benny-Sabar AS tak mendapatkan lawan tanding. Pasangan Benny Utama-Sabar AS menang dan meraup 87,5 persen lebih dari total suara sah Pilkada di Pasaman periode 2020-2024.

Keenam, Benny Utama tercatat sebabagai satu satunya Kepala Daerah (Bupati/ Walikota/Gubernur) di Sumatera Barat yang berhasil mendapatkan Lencana Prasamya Purnakarya Nugraha. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi untuk seorang tokoh (Kepala Daerah-red) yang berhasil mencatatkan kinerja terbaik dalam memimpin daerahnya. Catatan emas ini belum mampu disamai oleh Kepala Daerah lain di pulau Sumatera termasuk oleh seorang Gubernur di Sumbar sekalipun saat ini.

Itu hanya sekelumit kecil sejarah penting yang mampu penulis catatkan atas raihan yang pernah dicapai H Benny Utama SH MM dalam dunia politik. Penulis yakin masih banyak sejarah lain yang luput dari catatan penulis yang mampu ditorehkan kader Golkar ini. Baik dalam tubuh Partai Golkar sendiri maupun dalam pengabdian selama menjabat sebagai Jaksa Penyidik, Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Bupati Pasaman.

Walaupun sekelumit baru tercatatkan, rasanya sangat jarang dan belum ada seorang politisi di ranah yang mampu menyamai itu. Kalaupun ada politisi yang jatuh bangun dalam dunia politik rasanya pun tidaklah “bakuhampeh” seperti Benny Utama. Tujuah kali bertarung, lima kali mencatatkan kemenangan dan dua kali mencatatkan kekalahan. Hebatnya lagi, dalam setiap pertarungan, Benny selalu tampil, “Menang tak jumawa dan kalah pun tak patah arang”.

Kini H Benny Utama SH MM dipersiapkan Partai Golkar untuk maju dan bertarung memperebutkan Sumbar 1. Atau justru beralih menuju DPR-RI daril Dapil 2 Sumbar (Pasaman, Pasaman Barat, Pariaman, Padangpariaman, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh dan Limapuluh Kota) melalui Partai Golkar.

Bagaimana peluangnya? Cukup besar. 23 tahun mengabdikan diri menjadi politisi di kampung halaman dan Sumatera Barat (Wakil Bupati 2000-2004, Ketua DPRD 2009-2010, Bupati Pasaman 2004-2005, 2010-2015, 2019-2024 dan Anggota DPRD Sumbar 2019-2020) tentulah menjadi basis politik yang jelas dan terukur.

Selain itu, secara geo politik sangatlah mendukung Beny Utama untuk maju dan bertarung di Sumbar 1 (Pilgub-red). Kita musti ingat bahwa Pasaman Raya (Pasaman dan Pasaman Barat) adalah pemilih terbesar kedua setelah Kota Padang. Daftar Pemilih Tetap (DPT) dua kabupaten ini melebihi 530.000 pemilih. Di dua daerah “satu rahim” ini, Benny Utama tercatat sebagai Wakil Bupatinya. Catat!!!, Benny Utama dalam proses lahir serta pemekaran Kabupaten Pasaman Barat berperan aktif meloloskannya sesuai dengan perannya sebagai Wakil Bupati Pasaman Pasaman (2000-2004).

Benar kata orang bijak, sejarah tidaklah lahir begitu saja. Sejarah itu lahir dari sebuah kerja keras dan nyata. 20 Tahun mengabdikan diri untuk menjadi pelayan masyarakat telah membuat Benny Utama mencatatkan banyak sejarah. Akahkah sejarah baru berhasil ditorehkan kembali oleh Benny Utama di masa mendatang? Kita lihat saja kemana arah dan pilihan politiknya. Bertarung ke Pilkada Gubernur/ Wakil Gubernur Sumbar atau berlayar ke DPR-RI? Kita tunggu keputusan politiknya bulan Agustus 2023 ini. (Two Efly, Wartawan Padang Ekspres) Editor : Hendra Efison
Tokoh Dalam Catatan Redaksi Benny Utama Banyak Torehkan Prestasi Petarung Politik kader partai golkar Bupati Pasaman