Pernyataan dukungan disampaikan dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Lapau Rang Pauah, oleh para tokoh perempuan penggerak di Pariaman. Dihadiri oleh lima perempuan berpengaruh dari berbagai daerah, yang masing-masing membawa reputasi dan pengaruh yang kuat di komunitas mereka.
Kelima tokoh perempuan ini adalah Sri Wahyuni dari Kelurahan Pondo Dua, Wirda dari Cubadak Air Selatan, Novitria dari Kelurahan Kampung Perak, Yuliasni dari Desa Merunggi, dan Mimi Dermawati dari Desa Balai Kurai Taji. Mereka semua berkomitmen untuk mendukung Nevi Zuairina.
Sri Wahyuni menekankan pentingnya peran perempuan tangguh di masyarakat modern. Dia menyatakan bahwa perempuan tangguh adalah mereka yang berani menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan rumah, tempat kerja, maupun dalam kehidupan sosial.
Menurut Sri Wahyuni, kecantikan bukan lagi menjadi modal utama bagi perempuan. Di era yang serba maju, kualitas seperti kekuatan, kemandirian, dan keberanian menjadi lebih penting. "Perempuan harus siap menghadapi berbagai tantangan dengan keberanian dan kebijaksanaan," tegasnya.
Nevi Zuairina menyampaikan apresiasinya kepada para perempuan yang telah memberikan dukungan. Ia menyatakan bahwa dukungan ini merupakan refleksi dari kemampuan perempuan dalam berkontribusi secara signifikan di ranah politik dan pembangunan sosial.
Nevi Zuairina yang kini duduk di Komisi VI DPR juga menanggapi stereotip yang sering melemahkan peran perempuan dalam masyarakat. Ia mengkritik pandangan yang sering menempatkan laki-laki sebagai figur yang lebih dominan dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan.
"Perempuan tangguh adalah mereka yang berani menghadapi masalah dan pintar dalam mengatur waktu serta prioritas antara keluarga dan karier. Ini kunci dalam pengembangan diri dan pembentukan masyarakat yang lebih adil dan berimbang," kata Nevi Zuairina yang juga Anggota Badan Anggaran DPR.
Pengakuan dan dukungan dari "Perempuan Tangguh Kota Pariaman" ini merupakan langkah penting dalam perjuangan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Pariaman, serta di Indonesia secara lebih luas.(rel) Editor : Admin Padek