PADEK.JAWAPOS.COM-ALBERT Hendra Lukman, seorang politisi yang kini dikenal luas oleh masyarakat Sumatera Barat, mungkin tak pernah membayangkan dirinya akan menduduki kursi dewan seperti saat ini. Lahir dari keluarga Tionghoa, Albert semula bercita-cita menjadi pengusaha.
Namun, jalan hidupnya berubah ketika ia memutuskan untuk mengikuti jejak sang ayah yang pernah menjadi anggota DPR RI dan seorang tokoh pendiri Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Sumatera Barat.
“Ayah saya dulu sempat menjadi anggota DPR RI, walaupun hanya beberapa bulan. Ia adalah salah satu pendiri PDI di Sumatera Barat, dan berjuang di dunia politik hingga meninggal pada tahun 2000,” kenangnya dengan penuh penghormatan.
Kepergian sang ayah menjadi momen penting bagi Albert. Meski awalnya ia hanya ingin menjadi pengusaha, kecintaan sang ayah pada dunia politik seolah diwariskan padanya.
Dengan tekad untuk melanjutkan perjuangan ayahnya, Albert mulai melibatkan diri dalam politik pada tahun 2002. Ia tak berjanji apa-apa, hanya ingin bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Barat. “Saya ingin memberikan kontribusi nyata untuk daerah saya, tanpa embel-embel janji besar,” ungkapnya.
Tahun 2004 menjadi tonggak awal Albert dalam dunia politik. Ia mengikuti kontestasi DPRD Kota Padang dan berhasil terpilih. Moto hidupnya sederhana: memberikan warna dan kontribusi di setiap langkahnya. Selama lima tahun menjabat, Albert berusaha menjaga integritas dan dedikasinya terhadap masyarakat.
Perjalanan politiknya tidak berhenti di DPRD Kota Padang. Pada tahun 2014, ia melanjutkan kiprahnya ke DPRD Sumatera Barat. Kali ini, misinya lebih besar: bukan hanya memberikan warna, tetapi juga mencari solusi konkret bagi permasalahan masyarakat.
“Ketika terpilih di DPRD Sumatera Barat, saya ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat,” jelasnya dengan penuh semangat.
Kini, setelah puluhan tahun berkecimpung di dunia politik, Albert Hendra Lukman memiliki harapan besar untuk Sumatera Barat. Ia bermimpi agar daerah ini dapat kembali menjadi pusat intelektual yang gemilang, seperti pada masa-masa kejayaannya.
Dulu, Sumatera Barat dikenal sebagai tanah para cendekiawan, tetapi kini, Albert merasa daerahnya semakin tertinggal dibandingkan provinsi-provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi.
“Dahulu, Sumatera Barat lebih maju daripada mereka, namun sekarang kita mulai tertinggal,” katanya dengan nada prihatin.
Albert juga menyoroti fenomena pemuda Sumatera Barat yang lebih memilih bekerja di luar daerah daripada mengembangkan potensi di tanah kelahirannya sendiri.
Dalam pandangannya, kebangkitan Sumatera Barat hanya bisa terwujud jika seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, bersatu dan bekerja sama.
Ia menekankan pentingnya membangun daerah secara fisik maupun nonfisik, terutama dari segi pemikiran dan intelektual.
“Sumatera Barat harus kembali menjadi daerah yang berdaya saing dan memunculkan intelektual-intelektual baru yang akan membangun negeri ini,” harapnya.
Dengan ketulusan dan dedikasinya, Albert Hendra Lukman terus melangkah di dunia politik, membawa misi yang lebih besar dari sekadar ambisi pribadi—yakni kesejahteraan dan kemajuan Sumatera Barat. (shy)
Editor : Novitri Selvia