PJ Gubri, SF Hariyanto mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas pada rapat tersebut salah satunya adalah kesiapan infrastruktur tahun 2024. Pemerintah Provinsi Riau beserta Kementerian PUPR akan membangun Flyover persimpangan jalan Garuda Sakti-HR Soebrantas (simpang Panam), Kota Pekanbaru.
Terkait hal tersebut Pemprov Riau saat ini tengah menyelesaikan pembebasan lahan. “Tadi ada pertama untuk pembebasan lahan yang di Jalan Garuda Sakti. Tadi kita mendapatkan laporan pembebasan lahan itu ada 94 persil, dan 89 Persil sudah clear. Tinggal 5 Persil lagi yang belum di ketahui orang atau pemiliknya di mana. Tetapi 89 Persil ini sudah clear orangnya bahwa siap untuk lahannya dibebaskan. 5 Persil lagi bukan tidak selesai tetapi belum diketahui pemiliknya di mana dan kita lagi mencari pemiliknya dimana,” ujar SF Hariyanto.
SF Hariyanto juga telah meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukinan, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau agar segera menyurati Menteri PUPR, karena itu merupakan jalan Nasional dan pembebasan lahannya adalah kerjasama Pemprov Riau dan Kementerian PUPR.
“Jalan HR Soebrantas ini padatnya luar biasa, dan kedepannya juga saya harapkan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukinan, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau Jalan HR Soebrantas, yang menuju Pekanbaru ya perlu diperlebar kan lagi. Karena saat ini cepatnya kita melewati jalan tol tetapi kalau Jalan HR Soebrantasnya macet ya tidak ada gunanya juga. Ya kita persiapkan juga untuk pembebasan lahannya,” katanya.
SF Hariyanto menegaskan proses pembebasan lahan tersebut bisa segera rampung pada tahun ini. “Kami targetkan proses pembebasan lahannya bisa segera rampung secepatnya,” pungkasnya.
Diketahui, pembangunan flyover simpang Panam adalah untuk mengurai kemacetan yang terjadi di persimpangan tersebut, khususnya dari arah Garuda Sakti menuju jalan HR Soebrantas.
Perencanaan pembangunan flyover simpang Panam ini sudah menjadi wacana dari tahun 2020 lalu. Pada tahun 2024 ini Pemprov Riau baru mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan dan akan melakukan pembebasan lahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Arief Setiawan mengatakan, tahun 2024 ini Pemprov menganggarkan Rp 70 Miliar untuk ruang pembanguan jalan layang Simpang Panam.
Sedangkan pembangunan jalan layang tersebut ditargetkan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang.Pengerjaan fisik jalan layang simpang Panam sendiri menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.
Termasuk pembuatan Detail Engineering Desain (DED) juga akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Rencananya, flyover tersebut akan dibangun lurus dari Subrantas ke HR Soebrantas arah Bangkinang. Alasan dipilihnya arah tersebut karena persimpangan Panam selalu terjadi kemacetan dan merupakan persimpangan yang padat kendaraan.
Selain itu, untuk mengatasi kemacetan di Persimpangan Mal SKA Pemprov Riau akan segera memperbaiki persimpangan-persimpangan di Mal SKA Pekanbaru dan akan memperlebar U-turn di Jalan Soekarno Hatta depan RS Eka Hospital dan depan Lotte Mart.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, M Arief Setiawan, Rabu (17/4).
Ia mengatakan, untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Persimpangan Mal SKA Pekanbaru Pemprov Riau akan ada perbaikan dibeberapa titik persimpangan-persimpangan. Kemudian, untuk U-turn setelah Mal SKA dari arah ke Lotte mart dan dekat Eka Hospital akan dilebarkan sehingga sehingga kendaraan bisa langsung memutar.
“Nanti akan hanya ada perbaikan simpang-simpang SKA dan pelebaran U-turn di dua titik (U-turn Jalan Soekarno-Hatta setelah Mal SKA dari arah ke Lotte mart dan dekat Eka Hospital). Dan akan dilakukan pembebasan lahan di Persimpangan Mal SKA dan di dua U-turn tersebut,” ujar M Arief Setiawan.
Sementara itu, Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto, pada rapat koordinasi pembangunan infrastruktur di Provinsi Riau, bersama dinas terkait mengatakan, di persimpangan Mal SKA masih terjadi kemacetan disaat jam sibuk.
Untuk itu perlu adanya solusi mengurangai kemacetan. “Kita persiapkan juga pembebasan lahan, dan begitu juga pembebasan lahan Simpang SKA. Memang flyover sekarang, ya belum menyelesaikan masalah,” ujar Pj Gubri SF Hariyanto.
Dijelaskan Pj Gubri, Flyover di simpang SKA tersebut masih ada u-turn dibawah Flyover, dan inilah yang menyebabkan kemacetan panjang. Mulai dari jalan Tuanku Tambusai menuju Jalan Tambusai Ujung, dan juga jalan Soekarno Hatta, yang akan berbelok ke jalan Tuanku Tambusai.
“Ini saya liat dan disign sudah disetujui, tidak ada lagi u-turn di tengah-tengah tutup semua, jadi di Panam lancar dan semua lancar tinggal pembebasan lahan. Ada beberapa meter disempurnakan lagi, tahun ini juga kita selesaikan karena DED nya sudah ada,” pungkasnya. (dof/jpg)
Editor : Novitri Selvia