PADEK.JAWAPOS.COM-2011 hingga 2019, Drs H Syamsuar MSi memimpin Kabupaten Siak. Dua periode menjadi bupati, tenaganya begitu tercurah membangun Kabupaten Siak.
Saatnya ia mewujudkan banyak keinginannya yang tertunda untuk menyejahterakan rakyat. Cerdas dan tegas serta didukung anggaran belanja daerah yang cukup tinggi, proyek-proyek infrastruktur terus dikebut.
Terus membuka akses dari desa ke kota agar ekonomi daerah berkembang. Syamsuar menjadikan Kota Siak yang modern.
Syamsuar terus meningkatkan pembangunan jalan, jembatan, pengairan, kelistrikan, perumahan dan pemukiman, air bersih serta perhubungan.
Untuk infrastruktur jalan sampai dengan tahun 2015, dari total jalan Kabupaten Siak sebesar 2.880,09 Km, panjang jalan aspal sebesar 1.004,2 km atau meningkat sebesar 314,9 km dibanding tahun 2011 sebesar 689,3 km.
Di periode kedua, pembangunan semakin dikebutnya.
Dengan pembenahan infrastruktur, komitmen Syamsuar menjadikan Kabupaten Siak sebagai tujuan wisata terwujud. Wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Dalam rangka mengembangkan kepariwisataan dan kebudayaan di Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Siak telah memiliki Grand Design Pengembangan Kebudayaan Melayu, dan terus melakukan upaya publikasi, promosi kepariwisataan, serta mengikuti dan melaksanakan event-event kebudayaan dan olahraga yang mendukung kepariwisataan di Kabupaten Siak.
Yang fenomenal, Syamsuar menyulap tepi sungai yang kumuh menjadi kawasan wisata yang megah. Tepian Bandar Sungai Jantan hingga hari ini menjadi tempat favorit.
Fasilitas yang disediakan, berkelas. Tempat ini diresmikan Syamsuar akhir 2016. Ini benar-benar mengubah wajah Kota Siak Sriindrapura dan banyak wisatawan yang rindu kembali ke Siak.
Sejak dulu, Syamsuar juga wanti-wanti agar masyarakat tidak terperdaya dengan dana bagi hasil migas.
Walau daerah kaya minyak, tapi setiap tahun angka DBH terus mengalami penurunan. Makanya, Syamsuar mengarahkan masyarakat untuk fokus ke pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.
Di masa awal kepemimpinannya, sektor-sektor ini mengalami pertumbuhan luar biasa.
Produksi padi dari tahun 2011 sampai dengan 2014 mengalami peningkatan. Tahun 2014 produksi padi sebesar 40.394 ton atau meningkat 12.948 ton dari tahun 2011 sebesar 27.446 ton.
Peningkatan produksi padi tersebut terus ditingkatkan melalui intensifikasi pertanian.
Komoditas perkebunan di Kabupaten Siak didominasi oleh kelapa sawit. Total luas perkebunan kelapa sawit tahun 2014 sebesar 287 ribu hektare lebih dengan produksi dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar 949 ribu ton lebih atau meningkat 210 ribu ton lebih dari tahun 2011 sebesar 738 ribu ton lebih.
Dalam rangka menjadikan Kabupaten Siak sebagai sentra produksi sapi, Pemerintah Kabupaten Siak telah menetapkan 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kerinci Kanan, Dayun, Lubuk Dalam dan Koto Gasib sebagai kawasan pengembangan pembibitan sapi bali.
Di samping itu Pemerintah Kabupaten Siak juga telah melaksanakan pengembangan sapi dengan pola Sistem Integrasi Sapi dengan Kelapa Sawit (SISKA) dan Sistem Integrasi Sapi dan Padi (SISPA). Produksi daging di Kabupaten Siak tahun 2014 telah mencapai 2.716 ton lebih atau meningkat sebesar 691 ton dibanding pada tahun 2011 sebesar 2.025 ton.
Produksi perikanan di Kabupaten Siak di dominasi oleh perikanan darat yaitu perairan umum, kolam rakyat dan pola mina padi, dengan luas areal pengembangan perikanan adalah 66,14 hektare.
Untuk produksi sektor perikanan budidaya pada tahun 2014 sebesar 1.220,71 ton terjadi peningkatan sebesar 518,15 ton dibandingkan tahun 2011 sebesar 702,56 ton.(*)
Editor : Heri Sugiarto