Program SILO, yang terinspirasi dari filosofi Tiga Serangkai Bangunan Kokoh di Kota Sawahlunto, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan istri dalam perannya di keluarga dan masyarakat.
SILO menekankan peran istri sebagai pendamping suami, pengambil keputusan bersama dalam keluarga, pengasuh anak yang berkualitas, serta partisipan aktif dalam kegiatan masyarakat dan lingkungan.
Kasi Pemerintahan mewakili Kepala Desa Santur Srie Aria, S.AP, menyatakan harapannya agar para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga masing-masing. ”Desa Santur sudah memiliki lebih kurang 49 orang alumni SILO dan ditambah angkatan IV ini sebanyak 15 orang,” ujarnya.
Untuk angkatan IV ini, Pemerintah Desa Santur telah merekrut 15 peserta yang memenuhi kriteria, seperti perempuan yang telah menikah, keluarga dengan balita stunting, dan keluarga rawan sosial.
Program akan berlangsung selama 15 kali pertemuan, dengan satu kali pertemuan per minggu selama dua jam pelajaran.
Camat Barangin, Subandi dalam sambutannya mengapresiasi konsistensi Pemerintah Desa Santur dalam melaksanakan program-program pemerintah.
”Cermin baiknya suatu bangsa adalah keluarga. Surga yang paling berharga adalah keluarga. SILO wadahnya bersama fasilitator hebat Gusnelly Nurwansyah dan Rahma Dona,” ungkapnya.
Ketua TP PKK Desa Santur, Gusheri Yeni berharap program ini dapat menambah ilmu para ibu dan membantu mereka membangun rumah tangga yang lebih baik.
Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya Ketua BPD Desa Santur Lasiman, Kasi Pelayanan Desa Santur, Petugas Administrasi Pelayanan Desa Santur Popy Rahma Ningsih, motivator SILO Desa Santur Gusnelly Nurwansyah dan Rahmadhona, perangkat desa dan alumni SILO Angkatan III. (***)
Editor : Adetio Purtama