Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

3 Perusahaan Tambang Bantu Renovasi RSUD

Indra Yosef • Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:32 WIB

MANFAAT CSR: Tiga perusahaan tambang swasta menyerahkan bantuan dana CSR untuk rehabilitasi ruang VIP RSUD Sawahlunto.
MANFAAT CSR: Tiga perusahaan tambang swasta menyerahkan bantuan dana CSR untuk rehabilitasi ruang VIP RSUD Sawahlunto.

PADEK.JAWAPOS.COM-Tiga perusahaan tambang swasta di Sawahlunto menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai lebih dari Rp400 juta untuk renovasi ruang inap VIP RSUD Sawahlunto.

Bantuan ini diberikan karena kondisi ruang rawat inap tersebut dinilai memprihatinkan akibat keterbatasan biaya yang disebabkan oleh efisiensi dan defisit anggaran.

Tiga perusahaan tersebut adalah PT Miyor Prima Abadi, PT Dasrat Sarana Arang Sejati, dan CV Bara Mitra Kencana (BMK).

Dukungan ini menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah dan pusat akibat kebijakan efisiensi belanja berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Pemilik PT Miyor Prima Abadi, H. Idris, menyatakan kesiapannya membiayai renovasi tiga ruang inap VIP RSUD berikut seluruh fasilitasnya.

“Saya terpanggil membantu setelah melihat kondisi ruangan yang belum tersentuh anggaran, baik dari APBD maupun APBN. Insya Allah, berapa pun kebutuhan biayanya, kami siap,” ujarnya.

Sementara itu, PT Dasrat Sarana Arang Sejati melalui perwakilannya, Revanda Utami Vinita, menyumbangkan dana CSR sekitar Rp70–80 juta untuk perbaikan sarana rumah sakit.

Adapun CV BMK yang diwakili Nico Adrian turut menyalurkan bantuan untuk rehabilitasi satu ruang inap VIP. “Ini bentuk kepedulian dan kolaborasi kami dalam membantu meningkatkan pelayanan RSUD Sawahlunto,” kata Nico.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengapresiasi sinergi antara pemerintah kota dan pelaku usaha tambang di daerahnya.

“Bantuan ini kabar baik bagi masyarakat Sawahlunto. Dari total delapan kamar VIP, kemungkinan empat sampai lima kamar dapat diperbaiki dengan dana CSR ini. Mudah-mudahan kamar lainnya menyusul melalui CSR perusahaan lain, termasuk BUMN dan BUMD,” jelasnya.

Riyanda menjelaskan, berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), biaya perbaikan satu kamar mencapai Rp75–80 juta. Bila terdapat sisa dana, anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki plafon dan fasilitas lain yang rusak.

Selain soal renovasi, Riyanda juga menyinggung pemanfaatan alat kesehatan senilai Rp32 miliar yang dibeli menggunakan dana APBN.

Ia mengakui, sebagian alat tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena masih membutuhkan tenaga medis tambahan serta pelatihan teknis.

“Sudah ada komitmen agar pelayanan RSUD terus membaik. Keluhan masyarakat kini mulai berkurang seiring peningkatan layanan dan perbaikan ruang rawat inap,” ujarnya. (cc1)

Editor : Novitri Selvia
#PT Dasrat Sarana Arang Sejati #renovasi #RSUD Sawahlunto #CV Bara Mitra Kencana #PT Miyor Prima Abadi #CSR (corporate social responsibility)