Kegiatan ini diikuti masyarakat setempat yang antusias mengembangkan keterampilan di bidang kerajinan berbahan bambu.
Acara dibuka oleh Sekretaris Desa Santur, Yanti Desvita, SE, yang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan potensi bambu di sekitar lingkungan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Barangin, Lely Nuryani, S.Pd, menjelaskan kegiatan berlangsung selama empat hari dengan total 24 jam pelajaran (JP).
Peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar anyaman, hingga pembuatan produk jadi.
“Kami ingin peserta memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Barangin, Rahmaniar, yang mewakili Camat Barangin.
Ia menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah nyata untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Barangin, pendamping desa, narasumber pelatihan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para peserta.
Acara juga ditandai dengan penyerahan seminar kit dan kaos pelatihan kepada peserta.
Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, dengan kombinasi teori dan praktik pembuatan kerajinan bambu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Desa Santur dalam mengembangkan potensi lokal serta memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam desa.(*)
Editor : Hendra Efison