Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Sumatera Barat, Maluku, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Riau, dan Kepulauan Riau.
Selain itu, lomba ini juga menarik minat peserta dari luar negeri.
Kepala Bidang Layanan Otomasi dan Kerja Sama Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Fajri Rahman Esra mengatakan hingga saat ini terdapat tiga calon peserta dari luar negeri.
“Tercatat satu calon peserta dari Prancis dan dua dari Belanda, namun baru satu peserta yang telah mengirimkan karya tulisnya,” kata Fajri Rahman Esra kepada padek.jawapos.com secara daring, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Fajri, keikutsertaan peserta internasional menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan lomba esai tersebut.
“Kehadiran peserta dari luar negeri menjadi daya tarik tersendiri dalam lomba ini,” ujarnya.
Mengangkat Sejarah Sawahlunto
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Jumaidi mengapresiasi tingginya minat masyarakat menulis tentang perjalanan sejarah di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan Sawahlunto sebagai kota tambang yang berstatus Warisan Dunia UNESCO.
Ia mengatakan sejarah Sawahlunto sejak masa awal pertambangan hingga periode modern merupakan sumber pembelajaran penting bagi generasi masa kini.
“Kami mendorong lahirnya pegiat literasi dan penulis baru yang mampu mewarnai etalase perpustakaan dengan karya-karya monumental untuk kemajuan bangsa dan negara,” kata Jumaidi.
Peserta Bebas Mengangkat Peristiwa Sejarah
Ketua Forum Pegiat Literasi Adinegoro IY Datmy mengatakan lomba esai ini digelar berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar serta didukung anggota Komisi V DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Sumbar VI.
Tema lomba berfokus pada sejarah Sawahlunto sebagai kota tua yang memiliki banyak catatan peristiwa masa lalu.
Namun, panitia memberikan kebebasan kepada peserta untuk memilih peristiwa sejarah yang akan diangkat selama sesuai dengan tema dan subtema lomba.
“Peserta bisa menggali berbagai peristiwa sejarah yang belum banyak terungkap, mulai dari tokoh masa kejayaan tambang Ombilin, pejuang kemerdekaan lokal, hingga tokoh perubahan di Sawahlunto,” kata Datmy.
Jadwal Pengiriman dan Penilaian
Panitia menetapkan batas akhir pendaftaran peserta pada 16 Maret 2026 pukul 23.30 WIB.
Selanjutnya, peserta yang telah terdaftar akan mengikuti pelatihan penguatan kapasitas literasi secara daring melalui Zoom pada 1 April 2026.
Proses penilaian oleh dewan juri dijadwalkan berlangsung pada 6–10 April 2026, sedangkan pengumuman pemenang akan dilakukan pada 15 April 2026.
Penyerahan hadiah direncanakan pada 29 April 2026 bertepatan dengan Seminar Adinegoro di Saka Ombilin Heritage, Sawahlunto.
Anggota Komisi V DPRD Sumbar Neldaswenti berharap lomba tersebut mampu melahirkan karya yang memperkaya khazanah sejarah daerah.
“Dari lomba ini diharapkan muncul tulisan yang dapat mengungkap nilai-nilai sejarah yang lama terpendam di Sawahlunto, baik untuk Sumatera Barat maupun Indonesia,” kata Neldaswenti.(*)
Editor : Hendra Efison