"Reward-nya kan ada dari PT Semen Padang. Dan tentunya ini peluang juga untuk menambah pendapatan para nelayan. Saya harap, para nelayan dapat berpartisipasi di aplikasi Nabuang Sarok ini. Kalau ada sampah yang tersangkut jaring nelayan, kumpulkan dan setor ke aplikasi Nabuang sarok," kata Widodo saat sosialisasi aplikasi Nabuang Sarok yang digelar PT Semen Padang di Sekretariat KUB Saiyo Sakato, Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, akhir pekan lalu.
Sosialisasi aplikasi Nabuang Sarok ini digelar, sebutnya, merupakan bagian dalam rangka mendukung pelaksanaan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut dan Sosialisasi Kebijakan Konservasi Sumber Daya Ikan. Dan kegiatan ini, diikuti semua KUB di sepanjang Pantai Purus.
Di antaranya, KUB Ombak Baguluang, KUB Muaro Purus, KUB Ujung Muaro Lasak, KUB Purus Mandiri, KUB Benpur Saiyo, KUB Warga Nelayan Ombak Purus, KUB Berok Sepakat, KUB Udang Kelong, KUB Saiyo Sakato Mandiri, dan KUB Kelompok Nelayan Kasiak Angek Purus (KNKAP).
"Jadi, sosialisasi Nabuang Sarok ini merupakan sebuah kegiatan yang disingkronkan dengan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut dan Sosialisasi Kebijakan Konservasi Sumber Daya Ikan. Kami bersama PT Semen Padang bersinergi menggelar kegiatan ini, dengan harapan dapat menekan jumlah sampah, termasuk di pantai dan laut," ujarnya.
Seperti dijelaskan oleh Kepala Unit HSE PT Semen Padang, Musytaqim Nasra, aplikasi Nabuang Sarok ini memberikan keuntungan bagi masyarakat yang menyetorkan sampahnya di Nabuang Sarok.
Sampah yang bisa disetorkan adalah sampah kertas, daun, ranting, tekstil, plastik dan minyak jelantah. Masing-masing sampah yang ditabung ke aplikasi Nabuang Sarok nantinya dikonversi menjadi poin.
Untuk sampah kertas, daun dan ranting, masing-masing diberikan 3 poin/kg. Kemudian sampah tekstil 4 poin/kg, plastik 5 poin/kg, dan minyak jelantah 6 poin/liter. "Poin yang didapat nantinya bisa ditukar dengan item reward yang tersedia di aplikasi," katanya. (*) Editor : Hendra Efison