Peresmian kawasan wisata alam di bagian timur Kota Padang itu, ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemotongan pita oleh Wali kota Hendri Septa didampingi Staf Direksi PT Semen Padang, Amral Ahmad yang hadir wakili Dirut PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, dan Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Dedi M Siddiq.
Acara peresmian itu turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Padang di antaranya, Asisten 1 Bidang Kesra, Edy Hasmi, Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Didi Aryadi, Kepala Dinas Pertanian, Yoice Yuliani, Sekretaris Dinas Pariwisata, Rina Melati, dan Camat Lubukkilangan Afriadi Masbiran.
Juga hadir anggota DPRD Padang Edmon, Lurah se- Kecamatan Lubukkilangan, tokoh adat dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubukkilangan, masyarakat dan juga pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padayo, serta sejumlah perwakilan dari berbagai organisasi di Lubukkilangan.
Hendri Septa mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah berpartisipasi mengembangkan Geosite Gua Kelelawar Padayo sebagai destinasi baru pariwisata di bagian timur Kota Padang. Dia berharap, destinasi wisata ini bisa memberikan manfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Lubukkilangan khususnya.
Dia juga menyampaikan bahwa Geosite Gua Kelelawar Padayo ini merupakan cita-citanya sebagai Wali Kota Padang, yaitu ingin mewujudkan wisata alam baru arah timur Kota Padang. Dan, Geosite Gua Kelelawar Padayo ini dijadikan sebagai kado istimewa bagi masyarakat Kota Padang, dan Lubukkilangan khususnya.
"Kenapa saya katakan arah timur? Karena Padang ini punya pantai dan perbukitan juga. Alhamdulillah, di hari terakhir saya jadi wali kota, hari ini keinginan tersebut terwujud. Ini kado dari saya untuk masyarakat Kota Padang. Kado ini saya hadiahkan, juga berkat dukungan penuh Semen Padang dengan anggaran lebih dari Rp500 juta," katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa Geosite Gua Kelelawar Padayo ini sangat unik. Menurut data yang diterimanya, gua ini merupakan formasi yang berusia sekitar 365 juta tahun.
Goa Kelelawar Padayo ini unik, karena memiliki stalaktit dan stalagmit yang menjadi rumah bagi berbagai spesies, termasuk kelelawar. Dan, Gua Kelelawar Padayo ini termasuk dalam bentang alam karts yang wajib dilindungi untuk konservasi.
"Untuk itu, saya berharap Gua Kelelawar Padayo ini tidak hanya sebagai destinasi wisata baru, tapi juga bisa menjadi media untuk edukasi anak-anak kita. Kalau seandainya ini bisa, kami buatkan program untuk seluruh SD dan SMP agar mereka wajib berkunjung ke gua ini. Karena ini bisa jadi kegiatan ekskul untuk anak-anak kita, yaitu belajar dengan alam," ujarnya.(*)
Editor : Hendra Efison