Tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini meliputi SG Rembang, SIG Tuban, SBI Corp, Semen Tonasa, SCM Infra, Semen Baturaja, Semen Padang B, dan Semen Padang A. Acara ini dibuka oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, didampingi Kepala Departemen Project Management Office, Fery Sarvino, Ketua Panitia Pelaksana/Kepala Unit SHE Asrining Sari, serta Ketua Panitia Bulan K3 Harri Kurniawan.
Pri Gustari Akbar menegaskan bahwa penyelenggaraan SHE Challenge SIG merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya K3 di lingkungan kerja. Ajang ini bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
"Kami percaya bahwa keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa komitmen terhadap K3 bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
"Kita memiliki target Zero Accident, yang hanya bisa kita capai dengan kepedulian, disiplin, dan kerja sama dari seluruh elemen perusahaan," tambahnya.
Pri Gustari Akbar juga menekankan bahwa SHE Challenge SIG 2025 mendukung Asta Cita Pemerintah RI, khususnya dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di lingkungan kerja, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, serta mendukung keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
"Dengan komitmen terhadap K3, kami berupaya membangun budaya kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan," tutupnya.
Kompetisi dengan Enam Kategori Lomba
Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Asrining Sari, ajang SHE Challenge SIG 2025 memperlombakan enam kategori utama, yakni:
- Pemadaman api besar
- Pemadaman api sedang
- Pemadaman api kecil
- Cepat Tepat K3
- Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
- Fire Structural & Rescue
Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari Damkar Kota Padang, Badan Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, serta Praktisi SHE PT Semen Padang.
Antusiasme Peserta
Salah satu peserta dari SBI Corp, Sugeng Handoyo, mengungkapkan bahwa ajang ini sangat bermanfaat bagi pekerja di lingkungan SIG dalam mengasah keterampilan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di tempat kerja.
"Bagus sekali, ajang ini menambah pengetahuan dan pengalaman kami. Walaupun ada beberapa kekurangan yang ditemukan saat perlombaan, padahal persiapannya sudah sangat matang," ungkapnya.
Dengan semangat kompetisi dan kebersamaan, SHE Challenge SIG 2025 menjadi ajang yang tidak hanya menguji keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat sinergi antar unit dalam menerapkan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Zero Accident dan meningkatkan keselamatan di seluruh unit kerja PT Semen Indonesia Group (SIG). (*)
Editor : Hendra Efison