“Seluruh biaya pelatihan ini ditanggung melalui program BMN. Kami berterima kasih atas dukungan perusahaan yang terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Menurut Nofial, biaya pelatihan per peserta sebesar Rp6,5 juta bersifat bergulir. “Dana tersebut akan dikembalikan setelah peserta bekerja di Jepang dan digunakan kembali untuk membiayai peserta berikutnya. Ini menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang terus berputar,” katanya.
Selain biaya pelatihan, lanjut Nofial, dana keberangkatan ke Jepang yang mencapai sekitar Rp30 juta per orang difasilitasi oleh investor yang bekerja sama dengan FPM Koto Lua.
“Peserta dari keluarga kurang mampu tidak perlu khawatir. Investor siap menanggung biaya keberangkatan, dan dengan gaji di Jepang yang cukup tinggi, dana itu bisa dikembalikan dalam waktu sekitar empat bulan,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Wardah Putri Maghfirah, warga Limau Manis Selatan, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.
“Kesempatan ini sangat berarti. Lapangan kerja di dalam negeri terbatas, sementara peluang di Jepang besar. Gajinya tinggi dan bisa menjadi modal membuka usaha setelah kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Bagi Wardah dan peserta lainnya, pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.
Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani bersaing secara global.
PT Semen Padang memang menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN).
Melalui kerja sama dengan Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Koto Lua, perusahaan mendukung penuh pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi generasi muda di Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Program pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang. Melalui program BMN, perusahaan tidak hanya berfokus pada produksi semen, tetapi juga turut membangun kapasitas masyarakat agar mampu berdiri mandiri dan berdaya saing di tingkat internasional.(*)
Editor : Hendra Efison