Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Peserta Bimtek PT Semen Padang Mulai Susun Inventarisasi Karbon Standar Internasional

Hendra Efison • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:47 WIB
Peserta Bimtek PT Semen Padang mempelajari penghitungan karbon berbasis ISO 14064 untuk mendukung verifikasi emisi dan kesiapan menghadapi regulasi global.
Peserta Bimtek PT Semen Padang mempelajari penghitungan karbon berbasis ISO 14064 untuk mendukung verifikasi emisi dan kesiapan menghadapi regulasi global.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di PT Semen Padang tidak hanya mempelajari teori penghitungan karbon, tetapi juga dipersiapkan untuk melakukan inventarisasi emisi perusahaan secara mandiri sesuai standar internasional ISO 14064-1:2018.

Program yang berlangsung di Wisma Indarung tersebut menjadi tahapan awal dalam penguatan sistem penghitungan karbon perusahaan yang ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, mengatakan perusahaan sebelumnya telah melakukan penghitungan emisi karbon menggunakan metodologi yang dikembangkan World Business Council for Sustainable Development (WBCSD). Data yang telah dimiliki itu akan menjadi fondasi dalam penyusunan inventarisasi emisi sesuai standar ISO 14064-1:2018.

“Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh proses penghitungan karbon perusahaan berjalan sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan data, metodologi perhitungan, hingga proses pelaporan dan verifikasi,” kata Arie.

Baca Juga: Transformasi Jaringan Telekomunikasi Indonesia Memasuki Era AI, Integrasi 5G dan Kecerdasan Buatan Kian Dipercepat

Menurut dia, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai tahapan penghitungan emisi karbon, mulai dari identifikasi sumber emisi, pengumpulan data aktivitas, penggunaan faktor emisi, penyusunan laporan, hingga mekanisme verifikasi dan validasi oleh lembaga independen.

Setelah pelaksanaan Bimtek, PT Semen Padang akan membentuk tim khusus yang bertanggung jawab melakukan penghitungan emisi secara mandiri. Tim tersebut dipimpin Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi sebagai pemilik proses (process owner) dengan dukungan berbagai unit kerja yang menjadi sumber data maupun penghasil emisi.

Arie menjelaskan, peserta selanjutnya akan memasuki tahap praktik dan pendampingan. Mereka akan melakukan penghitungan karbon secara mandiri yang kemudian dievaluasi oleh tim pendamping untuk memastikan seluruh proses telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar bagi proses verifikasi dan validasi oleh lembaga berwenang sebelum data emisi perusahaan mendapatkan pengakuan resmi.

Baca Juga: Dari PKH hingga Atensi, Ini 6 Program Kemensos yang Jadi Andalan Perlindungan Sosial 2026

“Target kami, pada Juli 2026, hasil penghitungan karbon PT Semen Padang sudah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat digunakan sebagai data emisi yang diakui secara internasional,” ujarnya.

Antisipasi Regulasi Karbon Global

Arie menuturkan, penguatan sistem penghitungan karbon juga menjadi langkah strategis perusahaan dalam menghadapi berbagai kebijakan pengendalian emisi yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satunya adalah implementasi mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang mulai diterapkan pemerintah, serta meningkatnya tuntutan pelaporan jejak karbon produk dalam perdagangan global.

“Persyaratan pelaporan karbon kini semakin banyak diterapkan, terutama untuk aktivitas ekspor ke sejumlah negara dan kawasan, termasuk pasar Eropa. Karena itu, kesiapan sistem penghitungan karbon menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan,” katanya.

Baca Juga: Intake Palukahan Dikuras, Ini Pelanggan Terdampak

Menurut dia, kemampuan menghasilkan data emisi yang akurat dan dapat diverifikasi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing produk industri nasional di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu keberlanjutan.

Kolaborasi Industri dan Pemerintah

Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang, Dindin Syafruddin, mengapresiasi langkah PT Semen Padang yang dinilai proaktif dalam menerapkan pengelolaan emisi gas rumah kaca.

Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara dunia industri dan pemerintah dalam mendorong transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.

“Kami hadir untuk belajar bersama, berdiskusi bersama, dan memastikan dunia industri mendapatkan pendampingan terbaik dalam penerapan standar yang mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Dindin.

Baca Juga: Daihatsu Sigra dan Rocky Raih Penghargaan di OTOMOTIF Award 2026

Menurut dia, langkah yang ditempuh PT Semen Padang menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menjawab tuntutan global terkait keberlanjutan. Sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara, PT Semen Padang dinilai terus menunjukkan peran sebagai pelopor dalam berbagai transformasi industri.

Dindin berharap upaya tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendukung pembangunan rendah karbon sekaligus memperkuat posisi industri nasional di pasar global.

Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penerapan standar internasional dalam penghitungan emisi, PT Semen Padang menargetkan terciptanya sistem pelaporan karbon yang kredibel, transparan, dan diakui secara global sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.(*)

Editor : Hendra Efison
#penghitungan karbon #ISO 14064-1:2018 #Nilai Ekonomi Karbon (NEK) #pt semen padang #Emisi GRK