Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa itu bermula saat korban, Basril, berniat hendak memandikan hewan piaraannya (anjing) ke tepian Batang Palangki, Minggu (28/11) sekitar pukul 09.00. Keterangan ini diberikan oleh istri korban pada petugas BPBD dan pihak Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung.
Namun sampai menjelang waktu Magrib korban yang sehari-hari bekerja sebagai sopir Bus Muaro Jaya, tidak kunjung pulang, hingga pihak keluarga korban merasa waswas dan berusaha mencari informasi dari warga sekitar.
Berikut sejumlah teman dekat korban. Seorang warga setempat, Denny, 45, menuturkan, sejak berangkat pagi korban tak kunjung pulang ke rumah, serta tidak pula ada kabar beritanya dari orang lain.
“Biasanya sehabis memandikan anjing di dekat tepian Batang Palangki korban juga tak jarang langsung ikut pergi berburu bersama rombongan teman-temannya. Makanya sampai wakti sore keluarga korban tidak sempat menaruh rasa curiga,” sebut Denny.
Namun, setelah Magrib rombongan berburu sudah pulang berburu, akan tetapi Basri tidak kunjung diketahui kabar beritanya. Pihak keluarga terkejut dan balik bertanya kepada teman-teman korban, bukannya korban ikut berburu bersama rombongan tersebut.
Khawatir terjadi apa-apa, keluarganya korban dibantu warga memutuskan mengecek ke tepian Sungai di mana korban semula memandikan anjing peliharaannya.
Di pinggiran Sungai, keluarga dan teman korban akhirnya menemukan anjing piaraan korban dalam kondisi tali terikat ke sebatang pohon. Kemudian di lokasi tersebut juga didapati sebuah sandal milik korban.
Sejak Minggu malam korban dinyatakan hilang, belasan warga bahu-membahu melakukan proses pencarian. Kemudian peristiwa tersebut dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung, setelah sebelumnya juga ditangani pihak Kepolisian (Polres Sijunjung).
Setelah berbagai pihak berusaha melakukan proses peencaian, penelusuran, akhirnya korban ditemukan mengambang di tepi aliran Batang Palangki, Senin (29/11) pagi, sekitar pukul 10.00.
Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Gambok, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung. Selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Kasi Kedaruratan BPBD Sijunjing, Heries, membenarkan jasad korban telah berhasil ditemukan. “Pada Minggu sore sekitar jam 18.00 kita mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban bahwa ada anggota keluarganya hilang, diduga tenggelam di Sungai Batang Palangki,” ucap Heries.
Menurutnya, setelah mendapatkan laporan tersebut, BPBD Sijunjung langsung terjun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP, berkoordinasi dengan Polri, TNI, dibantu Anggota Pramuka Siaga, PMI, plus puluhan masayarakat.
“Sesuai protap, pencarian terhadap korban baru bisa dilakukan mulai Senin (29/11) pagi. Alhasil, korban berhasil ditemukan setelah satu jam pencarian. Korban diduga terpeleset masuk sungai Batang Palangki, sementata korban tidak bisa berenang. Hingga bernasib nahas,” pungkas Heries. (atn) Editor : Novitri Selvia