Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Total Aset PT BPR Muaro Bodi Bertumbuh Double Digit

Hendra Efison • Rabu, 16 Maret 2022 | 10:35 WIB
Direktur Utama PT BPR Muaro Bodi, Elimi Yanti
Direktur Utama PT BPR Muaro Bodi, Elimi Yanti
PT BPR Muaro Bodi masih mampu mempertahankan pertumbuhan usaha double digit ditahun 2021 ini. Buktinya total asset tercapai Rp 15,15 Miliar, realisasi Kredit sebesar Rp 8,28 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 8,73 Miliar dan Laba Bersih Usaha sebanyak Rp 315 Juta.

Tak mudah untuk pertahankan pertumbuhan usaha double digit, apalagi pertumbuhan usaha itu dihasilkan disaat ekonomi yang sedang sulit. Namun, ditengah kondisi relative berat itu manajemen PT BPR Muaro Bodi masih mampu konsisten bertumbuh, Asset bertumbuh, Dana Pihak Ketiga meningkat. Begitu juga dengan kualitas usaha yang terus kian membaik seiring relative kecilnya ratio Non Perfomance Loan dan Rasio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BO/PO).

“Tahun 2021 ini kita usaha kita kembali bertumbuh double digit. Ini merupakan kerja keras semua pihak. Total asset tercapai sebanyak Rp 15,15 Miliar, realisasi Kredit tercatat sebanyak Rp 8,28 Miliar, Dana Pihak Ketiga terhimpun sebanyak Rp 8,73 Miliar. Sementar itu dari sisi kualitas usaha PT BPR Muaro Bodi juga kian membaik. Ratio NPL kita terus menurun hingga tercapai 3,34 persen. Begitu juga dengan Ratio biaya, pencapaian ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BO/PO) juga kian menurun hingga angka 82,02 persen. Kinerja yang baik inilah membuat laba bersih usaha tercapai diangka Rp 315 Juta”, ungkap Direktur Utama PT BPR Muaro Bodi Elimi Yanti, didampingi Direktur Fadhi.

Menurut Elimi Yanti, sepanjang tahun 2021 manajamen BPR Muaro Bodi merasakan kondisi yang relative sulit seiring menyempitnya pasar kredit. Meskipun begitu majanemen tetap bekerja keras agar sustanbale usaha bisa di pertahankan. Alhamdulilah kerja keras itu membuahkan hasil. Secara year on year kinerja usaha dan kualitas aktiva produktif kian membaik.

Aset, Dana dan Biaya

Dari Audit yang dilakukan akuntan public Afrizal Sy per 31 Desember 2021 tercatat total asset PT BPR Muaro Bodi sebanyak Rp 15,15 Miliar. Secara year on year total asset ini bertumbuh 10,50 persen dibandingkan total asset tahun 2020 yang lalu dengan realisasi Rp 13,71 Miliar

Pertumbuhan asset ini memang lebih didominasi oleh kinerja Tresurry terutama dana Tabungan. Sementara itu realisasi kredit juga bertumbuh walaupun tak sebesar pertumbuhan Dana Pihak Ketiga.

Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun tercatat sebanyak Rp 8,73 Miliar atau tumbuh 9,81 secara year on year. Dari dua produk penghimpun dana, dana tabungan terhimpun sebanyak Rp 6,87 Miliar atau tumbuh sebesar 16,64 persen dibandingkan dana tabungan tahun 2020 yang lalu. Sedangkan dana deposito sepanjang tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 1,86 Miliar.

Bagaimana dengan beban bunga? Beban bunga juga terkerek naik seiring meningkatnya Dana Pihak Ketiga. Hingga per 31 Desember 2021 tercatat total beban bunga yang musti ditunaikan oleh manajemen PT BPR Muaro Bodi sebesar Rp307 juta atau tumbuh 4,07 persen secara year on year.

Kredit dan Pendapatan

Distribusi kredit merupakan tantangan terbesar bagi manajemen PT BPR Muaro Bodi selama tahun 2021 yang lalu. Kondisi ini tak terlepas dari menyempitnya pasar kredit terutama sector perdagangan yang menjadi segmen pasar utama PT BPR Muaro Bodi selama ini.

Hingga per 31 Desember 2021 tercatat total kredit yang mampu disalurkan BPR Muaro Bodi sebanyak Rp 8,28 Miliar. Realisasi kredit tumbuh melandai dengan growt secara year on year sebesar 3,89 persen.

“Untuk distribusi kredit kita relative lebih berat ditahun 2021 ini dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya kredit modal kerja yang kita miliki lebih banyak terdistribusi ke sector perdagangan atau turunan dari sector perdagangan. Sektor perdagangan ini relative stagnan selama tahun 2021 terutama diwilayah operasional kita BPR Muaro Bodi”, ujar Elimi Yanti.

Tumbuh melandainya realisasi kredit berbanding lurus dengan pendapatan yang dapat dibukukan. Total pendapatan bunga hingga tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 1,79 Miliar dan pendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp 150 juta. Artinya, total pendapatan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 1,94 Miliar.

NPL, BOPO dan Laba

Walau tak ekspansi kredit dengan maksimum namun ratio dan kualitas kredit masih mampu dikelola dengan baik dan benar. Ini dapat dilihat dari besaran ratio Non Perfomance Loan yang mampu diturunkan dari tahun sebelumnya.

Per 31 Desember 2021 ratio Non Perfomance Loan (NPL) tercapai 3,34 persen. Secara year on year besaran NPL mengalami penurunan. Begitu juga dengan ratio biaya. Besaran ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BO/PO) tercapai 82,02 persen. Capaian ratio BO/PO terbilang sangat bagus dan menjadi pencapaian terbaik selama lima tahun terakhir di BPR Muaro Bodi.

“Tumbuh melandainya usaha dan relative lebih bagusnya kualitas kredit selama tahun 2021 membuat kinerja laba relative konstan secara year on year. Total laba bersih usaha yang mampu dibukukan ditahun 2021 tercatat sebanyak Rp 315 juta”, ujar Elimi Yanti.

Dari data yang dimiliki Harian Pagi Padang Ekspres, PT BPR Muaro Bodi merupakan salah satu BPR yang beroperasional di Kabupaten Sijunjung. BPR ini berkantor pusat di Kanagarian Muaro Bodi tepatnya di jalur lintas Sumatera.

Sesuai dengan amanat POJK No 5 tahun 2015, BPR Muaro Bodi sempat dikhabarkan akan melakukan merger untuk memenuhi modal inti minimum sebesar Rp 6 Miliar hingga tahun 2024. Namun, seiring kian membaiknya kinerja para pemegang sahamnya sepakat memutuskan untuk tidak melakukan merger.

“Ya, pemegang saham lebih memilih untuk tidak merger dan member tenggat waktu hingga tahun 2023. Jika modal inti minimum tak terpenuhi maka para pemegang saham bersedia untuk re investasi kembali”, ungkap Elimi Yanti. (two) Editor : Hendra Efison
#Direktur Utama PT BPR Muaro Bodi Elimi Yanti #npl #BOPO #PT BPR Muaro Bodi